Orang yang Sudah Divaksin Alami Gejala Ringan jika Positif Covid-19, Benarkah?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 481 2353566 orang-yang-sudah-divaksin-alami-gejala-ringan-jika-positif-covid-19-benarkah-c2Myh9fTdq.jpg Ilustrasi positif covid-19. (Foto: Newshub)

JAJARAN Pemerintah Indonesia mengimbau kepada siapa pun yang sudah mendapat vaksin covid-19 untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sebab, orang yang sudah divaksin masih bisa positif covid-19.

Bagi sebagian orang, tentu kondisi ini terlihat sedikit aneh. Pasalnya, seseorang yang telah disuntikkan vaksin covid-19 seharusnya bisa kebal dan mampu terhindar dari wabah penyakit. Tidak aneh jika banyak yang menanyakan apa perbedaan seseorang yang sudah dan belum mendapat vaksin covid-19?

Baca juga: Sudah Isolasi Mandiri 2 Minggu tapi Masih Positif Covid-19, Ini Penjelasan Ahli 

Menjawab hal tersebut Anggota Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Dr dr Sukamto Koesnoe SpPD K-AI FINASIM, mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan di sejumlah negara yakni Brasil, Turki, dan Indonesia mendapati orang yang sudah divaksin lalu positif covid-19 akan mengalami gejala lebih ringan dibandingkan mereka yang belum divaksin.

"Jadi tidak ditemukan orang yang masuk ke gejala berat. Efikasi vaksin di Brasil pun sempat turun karena orang tanpa gejala (OTG) dimasukkan ke kategori orang yang sakit. Ini menjadi penting kalau terhitung sakit pun jangan masuk ke kategori yang berat karena berpotensi meninggal dunia," kata dr Sukamto dalam webinar 'Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit' yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).

Baca juga: Lakukan Ini jika Orang Terdekat Positif Covid-19, Jangan Dijauhi Ya 

Ia kembali menegaskan bahwa vaksin covid-19 fungsinya untuk mencegah. Lalu apabila sakit, maka tidak menyebabkan gejala berat bagi para penderitanya.

Selain vaksinasi covid-19, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga wajib menjadi perhatian penting bagi masyarakat demi kelancaran program pemerintah. Sebab, langkah ini mampu menurunkan angka kasus positif covid-19, artinya mobilitas masyarakat juga harus dijaga menjelang vaksinasi secara massal.

"Makin banyak orang berkumpul (mobilisasi) akan menyebabkan virus covid-19 mudah menyebar. Maka dari itu tetap jaga supaya tidak keluar rumah apabila tidak perlu. Kalau terpaksa keluar rumah, maka terapkan protokol kesehatan," tuntasnya.

Baca juga: Bukan Vaksin, Ini Penyebab Bupati Sleman Positif Covid-19 

Ilustrasi covid-19. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini