Nadiem Makarim Unggah Foto Tedhak Siten, Ritual Jawa Turun Temurun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 31 Januari 2021 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 612 2353831 nadiem-makariem-unggah-foto-tedhak-siten-ritual-jawa-turun-temurun-VcyA2MXhLD.jpg Nadiem Makarim gelar Tedhak Sinten (Foto : Instagram/@nadiemmakarim)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tampak menarik perhatian para netizen. Hal ini karena Nadiem mengunggah foto tengah melakukan tradisi Tedhak Siten kepada buah hatinya.

Dalam unggahan foto tersebut, Mendikbud Nadiem Makarim tampak mengenakan mengenakan baju batik lengan panjang, sementara sang istri Franka Franklin Makariem tampil cantik dengan balutan kebaya adat Jawa.

Nadiem Makarim

Sebagaimana dilansir situs Budaya Indonesia, Sabtu (30/1/2021) Tedhak Siten lebih dikenal sebagai upacara turun tanah. Ini merupakan suatu ritual khusus untuk bayi yang berumur tujuh sampai delapan bulan. Nama Tedhak Siten memiliki arti ‘Tedak’ berarti turun dan ‘siten’ berasal dari kata siti yang berarti tanah. Tradisi ini dilakukan pada saat umur bayi berusia hitungan tujuh bulan dari hari pertama kelahirannya dalam hitungan Jawa.

Baca Juga : 5 Fakta Franka Franklin, Istri Mendikbud Nadiem Makarim yang Curi Perhatian

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada bumi tempat si kecil belajar menginjakkan kakinya untuk pertama kali. Nantinya bayi akan melalui prosesi menginjak bubur yang terbuat dari beras merah yang dicampur dengan santan. Proses ini diyakini akan membuat sang bayi kuat dan sehat dalam menjalani kehidupannya.

Tedhak Sinten

(Foto : Antara)

Usai menginjakkan kakinya di atas bubur, bayi akan dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang sudah dihiasi dengan berbagai macam kertas berwarna. Ini merupakan simbol supaya kelak sang bayi akan dihadapkan dengan berbagai macam jenis pekerjaan yang beragam. Setelah itu sang bayi akan dikeluarkan dari kurungan dan dihadapkan dengan aneka barang seperti uang, buku, cincin dan lainnya.

Mereka dibebaskan mengambil salah satu dari barang yang tersedia, dan barang yang dipilihnya menyimbolkan gambaran akan hobi dan masa depan sang bayi. Setelah itu, ibu dari sang bayi akan menyebarkan beras yang sudah dicampur dengan uang logam untuk kemudian diperebutkan oleh orang yang datang.

Proses ini bertujuan agar sang bayi dapat memiliki sifat yang dermawan. Prosesi terakhir yang harus dilewati adalah memandikan sang bayi dengan air yang sudah dicampur dengan berbagai macam bunga. Setelah selesai dimandikan sang bayi akan dipakaikan baju baru. Hal tersebut dilakukan sebagai suatu pengharapan agar sang bayi selalu sehat dan hidup berguna bagi orang-orang disekitarnya.

Dalam unggahan Instagram Nadiem @nadiemmakariem, Sabtu (30/1/2021), ia mengaku perayaan Tedhak Siten kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kerabat dan keluarga inti yang hadir dalam perayaan tersebut.

Nadiem Makarim

“Tedhak Siten kali ini sedikit berbeda karena dihadiri keluarga inti dan eyang saja, dan persiapan semua dikerjakan sendiri. Tapi jadi lebih intim malah rasanya. Semoga anak kami senantiasa diberikan kekuatan dan bekal kebahagiaan di dalam hidupnya,” tulis Nadiem.

Alhasil sejumlah komentar pun diberikan oleh para netizen yang melihat unggahan putra dari Nono Anwar Makariem ini.

“Bahagia selalu pak dan sehat selalu untuk keluarganya,” tulis @e*n*e*e*y*n*l.

“Upacara turun tanah yaa keren melestarikan budaya,” terang @k*a*z*i*a*i*a.

Sementara akun @t*e*o*t*i*g*s enulis: “Sehat selalu pak mentri.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini