Pasien HIV Boleh Dapat Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya

Antara, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 481 2354094 pasien-hiv-boleh-dapat-vaksin-covid-19-ini-syaratnya-0696221wta.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Jcomp/Freepik)

PASIEN HIV boleh dapat vaksin covid-19, namun ada syarat yang harus dipenuhi. Hal ini sebagaimana disampaikan Kasubdit HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nurjannah SKM MKes.

Ia mengatakan, pasien HIV bisa melakukan vaksin covid-19 asalkan memenuhi sejumlah persyaratan, yakni Cluster of Differentiation 4 atau sel darah putih yang di atas 200 serta hasil pemeriksaan viral load (tingkat kerentanan) yang tidak terdeteksi.

Baca juga: Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Leukemia 

"Untuk HIV, mereka bisa menerima (vaksin) dengan catatan CD4-nya (Cluster of Differentiation) di atas 200 atau hasil dari pemeriksaan viral load-nya tidak terdeteksi," ujar Nurjannah dalam konferensi pers 'Pemanfaatan Teknologi Telemedis untuk Menjangkau Pasien HIV' secara virtual, seperti dikutip dari Antara, Senin (1/2/2021).

Viral load adalah pengukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa rentan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk menularkan penyakit. Viral load tidak terdeteksi artinya sistem kekebalan tubuh pulih dan berhasil memperkuat diri.

Ilustrasi HIV/Aids.

"Artinya, kondisinya itu stabil. Itu khusus untuk HIV. HIV itu tidak ada kata sembuh, yang ada adalah kata tidak terdeteksi atau undetectable atau tersupresi virusnya itu setelah diperiksa dengan viral load," jelasnya.

Berdasarkan data Kemenkes, pada akhir 2020, jumlah ODHA di Indonesia diperkirakan 543.100 orang. Secara konsisten pemerintah telah melaksanakan berbagai kegiatan promosi, preventif, dan kuratif demi memutus mata rantai penularan HIV di Tanah Air.

Baca juga: Gejala HIV Awal Ditandai Diare Akut dan Penurunan Berat Badan Drastis 

Beberapa program yang telah dilaksanakan adalah Three Zero dan Program STOP. Adapun target yang ingin dicapai melalui program Three Zero adalah tidak adanya kasus baru HIV/AIDS, tidak ada kematian akibat HIV/AIDS, serta tidak ada stigma dan diskriminasi pada ODHA.

Sedangkan "STOP" adalah program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS melalui kegiatan Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan. Namun, upaya dan target dalam memerangi kasus HIV dan AIDS tersebut saat ini mengalami kendala akibat merebaknya wabah covid-19.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini