Selebgram Abdul Kadir Positif Sabu, Risiko Terinfeksi Covid-19 Meningkat!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 481 2354226 selebgram-abdul-kadir-positif-sabu-risiko-terinfeksi-covid-19-meningkat-9o1Sns1Mcn.jpg Selebgram Abdul Kadir (Foto : Instagram/@d_kadoor)

Selebgram Abdul Kadir atau yang biasa disebut 'D Kadoor' ditangkap polisi diduga pakai sabu. Sempat heboh 'selebgram AK', Abdul Kadir diringkus polisi bersama dengan temannya berinisial F.

Penangkapan Selebgram Abdul Kadir dilakukan pada 27 Januari 2021 di kamar Hotel C Pancoran, Jakarta Selatan. Hasil tes urinnya menjelaskan, dia dan rekannya positif menggunakan sabu.

Abdul Kadir

(Foto : Instagram/@d_kadoor)

Baca Juga : Selebgram AK Ditangkap Narkoba, Ini 5 Bahaya Konsumsi Sabu

Menggunakan sabu di masa pandemi ternyata memiliki risiko berbahaya. Ya, menurut penelitian yang diterbitkan di Taylor and Francis Online, pengguna sabu akan meningkatkan risiko berbahaya jika ia terpapar Covid-19.

"Alasan pertama karena kekebalan tubuh mereka tidak sekuat orang yang tidak menggunakan sabu, memiliki masalah pernapasan, metabolisme tubuh tidak lancar, dan berisiko mengalami penyakit jantung. Kondisi tersebut membuat pengguna sabu rentan terhadap infeksi Covid-19," tulis laporan ilmiah yang dipublikasi pada 26 November 2020.

Baca Juga : Selebgram Abdul Kadir Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Ini Efek Sabu terhadap Otak

Tidak hanya itu, para pengguna sabu juga kebanyakan mengalami beberapa gejala neurologis seperti depresi, kecemasan, psikosis, gangguan psikiatrik, dan merasa tersingkirkan dari lingkungan. Hal tersebut membuat mereka pun rentan terhadap kematian, salah satunya akibat bunuh diri.

Alasan lain mengapa pengguna sabu menjadi sangat rentan terinfeksi Covid-19 ialah kandungan yang ada di dalam obat terlarang itu mampu mengurangi produksi antibodi yang sangat dibutuhkan di saat pandemi seperti sekarang.

"Sabu juga dapat mengubah komunikasi antara sel imun bawaan dan adaptif yang dimediasi oleh sitokin, ini pada akhirnya dapat menunda respons terhadap patogen. Artinya, tubuh akan semakin sulit mengenali penyakit dan berakibat gejala yang dialami semakin panjang," tulis laporan tersebut.

Narkoba

Terlebih, ketika tubuh terpapar sabu, kemungkinan besar paru-paru akan cedera karena produksi radikal bebas yang berlebihan. Hipertensi pulmonal, edema paru, dan pneumonia eosinofilik adalah jenis cedera paru paling umum.

Studi ini dikerjakan oleh Md Kamal Hossain, Majid Hassanzadeganroudsari, dan Vasso Apostolopoulos.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini