Hari Kusta Sedunia, Simak 5 Fakta Penyakit Menular Menahun Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 481 2354405 hari-kusta-sedunia-simak-5-fakta-penyakit-menular-menahun-ini-XCsbRdCWkO.jpg Hari Kusta Sedunia (Foto : Instagram/@kemenkes_ri)

Hari Kusta Sedunia selalu diperingati setiap minggu terakhir Januari tiap tahunnya. Pada kesempatan kali ini Hari Kusta Sedunia 2021 mengangkat tema ‘Kusta Dapat Dicegah dan Disembuhkan’. Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan edukasi serta meningkatkan perhatian masyarakat akan bahaya kusta.

Merangkum dari Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI, @kemenkes_ri, Senin (1/02/2021), kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae). Selain itu kusta juga bisa menular melalui saluran pernafasan. Gejala awal kusta ditandai dengan timbulnya bercak merah ataupun putih pada kulit.

Hari Kusta Sedunia

Apabila tidak diobati, penyakit kusta berpotensi menimbulkan kecatatan yang seringkali menyebabkan diskriminasi baik kepada penderita maupun keluarga. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan per 13 Januari 2021, kasus baru kusta pada anak mencapai 9,14 persen. Angka ini belum mencapai target pemerintah yaitu di bawah 5 persen.

Baca Juga : Penyakit Kusta Bukan Kutukan, Bisa Disembuhkan!

Baca Juga : Abaikan Pengobatan Kusta, Waspadai Tangan Bisa Buntung

Hari Kusta Sedunia

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami dan mengenal dengan baik mengenai penyakit menular ini. Berikut lima fakta menarik mengenai penyakit kusta. Yuk disimak.

1. Kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae).

2. Gejala awalnya adalah bercak pada kulit yang mati rasa.

3. Menyerang kulit, saraf tepi, dan organ tubuh lain. Apabila terlambat diobati, maka akan mengakibatkan kecacatan.

4. Kusta disebabkan bukan karena kutukan, guna-guna, makanan, atau pun dosa.

5. Kusta menimbulkan kecacatan yang mengarah pada timbulnya gangguan sosialisasi dan diskriminasi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini