Pakai Sabu di Tengah Pandemi seperti Abdul Kadir Tak Akan Selesaikan Stres Hidupmu!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 612 2354243 pakai-sabu-di-tengah-pandemi-seperti-abdul-kadir-tak-akan-selesaikan-stres-hidupmu-mdTZvysXo8.jpg Abdul Kadir (Foto: Inst)

Selebgram Abdul Kadir atau D Kadoor ditangkap polisi karena narkoba di salah satu hotel di Jakarta Selatan. Ia dinyatakan positif menggunakan sabu.

Belum ada keterangan pasti apa alasan Abdul Kadir menggunakan barang haram tersebut. Begitu juga soal sudah berapa lama dia menggunakan sabu dan dapat dari mana barang tersebut.

Polisi baru akan memberikan keterangan resminya hari ini, di momen itu juga publik berharap ada pernyataan resmi yang dilontarkan D Kadoor.

 Abdul Kadir

Sementara itu, pada beberapa kasus, sabu dipilih oleh sebagian orang karena efek 'tenangnya'. Kondisi hidup yang terus tertekan dan masalah yang tak pernah usai, terlebih di masa pandemi seperti sekarang, membuat sabu dianggap sebagai jalan pintas. Ya, setidaknya merasa tenang.

Tapi, pada kenyataannya sabu tidak akan menyelesaikan stres hidup Anda. Malah, obat tersebut akan membuat hidup Anda semakin berantakan dan tak ada masalah yang terselesaikan pada akhirnya.

Menurut laporan The Recovery Village, pengguna narkoba lebih umum di antara orang-orang dengan kondisi kesehatan mental seperti mereka yang mengalami kecemasan. Tapi, ada sebagian orang yang menggunakan narkoba malah mengalami gangguan kesehatan mental sebagai akibat dari perubahan struktur otak dan komposisi kimia dari narkoba itu sendiri.

"Orang dengan gangguan kecemasan, tidak akan mengatasi masalahnya dengan sabu, karena masalah tersebut akan semakin besar," kata laporan tersebut.

Ya, kecemasan adalah efek samping jangka panjang dari penggunaan sabu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat pengguna sabu mengalami gejala kecemasan setelah menggunakan sabu. Jadi, tak ada istilah sabu menyelesaikan masalah!

Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan apakah kecemasan yang muncul setelah menggunakan sabu akan tetap muncul ketika seseorang sudah berhenti menggunakan sabu.

Masalah tidak berhenti di situ saja, para pengguna sabu juga meningkatkan risiko penyakit mematikan, salah satunya soal penyakit jantung.

Penggunaan jangka panjang sabu akan membuat detak jantung pengguna tidak terkontrol. Ini bisa berakibat pada serangan jantung.

Tidak hanya itu, masalah pernapasan dan imunitas tubuh yang lemah pun akan memperburuk kondisi kesehatan pengguna sabu. Terlebih, di masa pandemi seperti sekarang. Menggunakan sabu adalah pilihan yang sangat salah dan sekali lagi, masalah Anda tak akan selesai dan malah akan semakin berat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini