Berkaca dari Angel Sepang, Anak Muda Mudah Tergiur Jadi Simpanan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 612 2354435 berkaca-dari-angel-sepang-anak-muda-mudah-tergiur-jadi-simpanan-5N5QZ0ZCLg.jpg Angel Sepang (Foto: Inst)

Drama perselingkuhan Angel Sepang si 'Pelakor Manado' dengan James Arthur, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, yang menurut netizen mirip drakor 'The World of The Married' menjadi kisah rumah tangga yang menyita publik. Anak muda berusia 18 tahun menjadi simpanan suami orang yang punya jabatan di daerahnya.

Kedok terbongkar saat istri sah, Michaela Elsiana Paruntu, melabrak perselingkuhan mereka. Ia bahkan sempat terseret beberapa meter di jalanan saat ingin menghentikan mobil berisi suaminya dan sang pelakor.

 Angel Sepang

Kejadian ini kemudian viral dan jadi buah bibir masyarakat. Tidak hanya jadi bahan gosip, peristiwa itu pun sepatutnya dicari hikmahnya untuk dijadikan pelajaran hidup untuk kita semua.

Salah satunya adalah berani menolak tawaran menjadi simpanan. Beberapa anak muda dinilai belum cukup matang dalam mengambil keputusan dan juga berpikir. Karena itu, anak muda banyak jadi sasaran untuk jadi simpanan. Terlebih, iming-iming hidup layak di depan mata.

Namun, Psikolog Klinis Meity Arianty menegaskan, sejatinya, anak muda atau siapapun tak boleh terjerumus dalam persoalan rumah tangga orang lain, apalagi menjadi orang ketiga.

Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan anak muda supaya tidak menjadi orang ketiga di dalam hubungan orang lain. Apa saja?

Ketika ajakan itu datang, Mei menyarankan untuk pikir berkali-kali, karena hidup Anda masih panjang jangan sampai menyesal di kemudian hari. Hidup Anda enggak akan kembali seperti sedia kala.

"Saya percaya setiap orang selalu punya pilihan dan saat Anda memilih menjadi simpanan, maka Anda akan bersembunyi dalam bayang-bayang hubungan yang tak berujung," terang Mei pada Okezone melalui pesan singkat, Senin (1/2/2021).

Kemudian, berusahalah untuk jangan ikut andil dalam menciptakan keretakan hubungan dan membuat orang lain menderita dengan kehadiran Anda. Sadarlah bahwa hidup di dunia ini hanya memberi dan menerima, menanam dan menuai.

"Anda tidak akan mau kan berada di jalan yang menyebabkan kesakitan pada orang lain, maka jangan berada di antara hubungan yang bermasalah itu. Karena hidup ini pilihan maka Anda juga bisa memilih mau berada di situasi tersebut atau menjauh," kata Mei.

Poin terakhir, "Jika Anda bicara soal cinta, maka pakai otak Anda untuk mengontrol hati Anda," tegas Psikolog Mei.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini