Pandemi Covid-19 Ternyata Bikin Orang Berpandangan Beda soal Kebahagiaan

Antara, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 612 2354469 pandemi-covid-19-ternyata-bikin-orang-berpandangan-beda-soal-kebahagiaan-NHFecjcncP.jpg Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)

PANDEMI covid-19 ternyata membuat orang berbeda pandangan mengenai arti kebahagiaan. Kini banyak orang menilai kebahagiaan dengan pentingnya hubungan antarsesama. Ini didapat berdasarkan survei global Wall's pada 2020.

Survei tersebut dilakukan terhadap 12.500 orang di 12 negara, termasuk Indonesia. Sebanyak 69 persen responden mengakui adanya perubahan pandangan terhadap makna kebahagiaan di masa pandemi covid-19 ini.

Baca juga: Mendadak Alergi Kulit saat WFH, Ini Penyebabnya Menurut Dokter 

Dikutip dari Antara, Senin (1/2/2021), survei ini mendapati mayoritas responden menyadari pentingnya hubungan antarsesama untuk menghasilkan rasa bahagia tersebut.

Kemudian diketahui pandemi covid-19 membuat 70 persen responden merasa lebih mudah meminta bantuan dari orang lain. Entah itu meminta bantuan untuk membetulkan perabot yang rusak kepada teman, meminjam tangga atau peralatan lainnya kepada tetangga, atau bahkan sekadar bercerita kepada orang terdekat ketika sedang jenuh menghadapi pekerjaan kantor.

Baca juga: Menkes Tegaskan Vaksinasi Wajib Anak Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Covid-19 

Di sisi lain, 69 persen responden lebih proaktif menawarkan bantuan kepada orang lain. Satu hal yang diajarkan tahun 2020 kepada responden adalah pentingnya kebersamaan, terutama dalam keadaan yang sulit. Rasa bahagia hadir ketika dapat membantu orang lain.

Sementara itu, keterbatasan bertemu secara fisik tidak membuat orang-orang merasa jauh satu sama lain. Sebanyak 69 persen responden mengatakan justru bisa mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan dengan orang-orang di sekitar melalui media sosial, telepon, dan daring.

Tali silaturahmi juga makin erat selama pandemi covid-19 karena para responden kini berhubungan dengan kerabatnya memanfaatkan teknologi, sehingga mereka bisa menjangkau keluarga atau teman yang domisilinya berjauhan.

Sebanyak 71 persen responden menyatakan mereka mempererat silaturahmi selama pandemi. Senada dengan hal itu, 74 persen responden akhirnya kembali menjalin hubungan dengan teman atau saudara yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan mereka.

Baca juga: Jutaan Vaksin AstraZeneca Diperkirakan Akan Dikirim ke Indonesia 

Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini