Duh, Pengguna Narkoba dan Alkohol Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 612 2354496 duh-pengguna-narkoba-dan-alkohol-meningkat-tajam-selama-pandemi-covid-19-INJsUkDwrQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memberi dampak luas pada kehidupan manusia. Bukan hanya soal pentingnya hidup sehat atau menjamurnya curhatan warga yang ekonominya terdampak, tapi juga penggunaan narkoba yang meningkat.

Ya, The Recovery Village baru-baru ini mengeluarkan survei tentang tingginya penggunaan narkoba dan alkohol selama pandemi Covid-19 di Amerika Serikat.

Menurut laporan Baptist Health, survei tersebut mewawancarai 1.000 orang dewasa Amerika (berusia 18 hingga lansia) tentang penggunaan narkoba dan alkohol sebulan terakhir. Survei ini rilis pada awal September 2020.

Bagaimana hasilnya?

Alkohol (88%)

Ganja (37%)

Opiod resep (15%)

Benzodiazepin seperti Xanax (11%)

Adderall (10%)

Kokain (9%)

Dari hasil tersebut, 55 persen responden melaporkan peningkatan konsumsi alkohol, dan 36 persen melaporkan peningkatan penggunaan obat-obatan. Adapun alasan responden menggunakan alkohol dan narkoba di masa pandemi Covid-19, antara lain:

alkohol

Stres (53%)

Usaha menghilangkan kebosanan (39%)

Usaha mengatasi masalah kesehatan mental, seperti cemas atau depresi (32%)

"Pandemi meningkatkan jumlah pengguna alkohol maupun narkoba," kata Rachel V.F. Rohaidy, M.D., psikiater dan direktur medis Baptist Health di The Recovery Village Miami.

Menurutnya, ada peran teknologi yang semakin mudah diakses dalam peningkatan kasus penggunaan narkoba dan alkohol. "Teknologi membuat akses mendapatkan alkohol lebih mudah karena sekarang barang dapat dikirim langsung ke pembeli," tambahnya.

Hasil survei ini tentu mengkhawatirkan. Sebab, ketika orang beralih ke alkohol dan narkoba sebagai cara untuk 'lepas' dari pandemi, itu akan menjadi bencana baru buat mereka. Ya, akan ada efek samping yang buruk setelah menggunakan narkoba, bahkan memengaruhi kesehatan mental secara bersamaan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini