Terjebak di Gedung Tinggi saat Gempa, Harus Turun atau Sembunyi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 612 2355137 terjebak-di-gedung-tinggi-saat-gempa-harus-turun-atau-sembunyi-OkEJQtpJZe.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GEMPA yang menyerang Mamuju menjadi keprihatinan kita bersama. Efek yang ditimbulkan gempa tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga kondisi psikis para korbannya.

Ketakutan adanya gempa susulan menjadi hal yang harus dihadapi para korban. Meski begitu, masyarakat tetap diminta tenang karena pikiran yang panik tak akan pernah menyelesaikan masalah. Malah, membahayakan diri Anda sendiri.

Itu juga yang coba disampaikan Fauzi Baadilah yang merasakan langsung dahsyatnya gempa di Mamuju pada 31 Januari 2021. Karena panik, dia tak sadar kalau hanya mengenakan celana pendek saat keluar hotel tempatnya menetap selama menjadi relawan di sana.

Tidak hanya itu, bercerita di Instagram kalau dirinya sempat loncat seperti kijang dan lari saat gempa itu terjadi. Padahal, sebelumnya dia sudah mau mencari perlindungan di bawah tempat tidur.

Nah, ketika Anda mengalami hal serupa dengan Fauzi Baadilah, misalnya di kamar, upaya perlindungan yang bisa dilakukan adalah berlindung di bawah tempat tidur atau meja. Pastikan tetap di sana sampai getaran selesai.

Tapi, bagaimana jika Anda terjebak gempa di lokasi lain? Menurut Japan Times, ada beberapa upaya penyelamatan diri yang bisa dilakukan saat Anda terjebak di berbagai lokasi saat gempa. Berikut ulasannya:

Berada di dalam gedung tinggi

Anda yang berada di dalam gedung tinggi, jangan panik! Buang jauh-jauh pikiran bangunan akan roboh, karena kebanyakan gedung tinggi memiliki konstruksi yang mempertimbangkan gempa dan tidak akan begitu saja roboh.

Hal terbaik adalah menunduk dan berlindung selama aktivitas seismik masih terjadi, seperti bersembunyi di bawah meja. Pastikan juga Anda melindungi wajah dari puing-puing yang mungkin roboh karena getaran gempa.

Terjebak di lift

Keluar sesegera mungkin. Lift dengan teknologi baru didesain membuka pintu secara otomatis di lantai paling dekat. Namun, jika lift yang Anda masuki tergolong tua, langsung tekan semua tombol yang ada.

Jika Anda terjebak di dalam lift ketika gempa, tekan tombol darurat dan cobalah untuk menghubungi seseorang di luar untuk mendapatkan bantuan. Jika listrik terputus, gunakan ponsel. Bahkan jika Anda tidak dapat melakukan panggilan telepon, Anda mungkin dapat mengirim email melalui ponsel Anda.

Terjebak di dalam mobil

Pada kebanyakan kasus, gempa tidak begitu terasa bagi mereka yang berada di dalam mobil atau saat mengendarai motor. Namun, kalau kondisi gempa sangat kencang, getaran tersebut bisa terasa.

Nah, Anda yang terjebak di dalam mobil, segera nyalakan lampu bahaya dan segera menepi. Ingat, jangan keluar mobil sampai getaran gempa hilang. Disarankan juga untuk Anda yang berada di dalam mobil mencari taman atau tempat parkir yang luas untuk meminimalisir bahaya lanjutan seperti gedung roboh.

Saat jalan kaki di luar ruangan

Pada prinsipnya Anda harus menjauh dari bangunan apa pun untuk menghindari kaca, papan nama, dan ubin atap yang jatuh. Jika tidak ada tempat terbuka di sekitarnya, temukan bangunan yang tampak aman dan lari ke sana, lindungi kepala Anda dengan jaket atau tas.

Berada di rumah

Jika gempa terjadi saat Anda tidur, bangun segera dan cobalah untuk menjauh dari furnitur besar, seperti meja rias, dan lindungi tubuh Anda dari jendela atau lampu yang rusak dengan selimut atau selimut.

Karena ruang kecil, seperti kamar mandi, dianggap relatif aman, jangan terburu-buru keluar dari rumah Anda, tetapi berlindung di kamar yang Anda anggap aman.

Buka pintu atau jendela sedikit untuk mengamankan pintu keluar dan tetap di sana sampai gempa mereda. Namun, jika tangki air kamar mandi Anda berada di atas kepala, yang terbaik adalah keluar sesegera mungkin.

Jika Anda berada di dapur, berlindung di bawah meja. Jika Anda memiliki kulkas besar, jangan didekati. Jika Anda memasak, jangan coba mematikan kompor sampai gempa mereda, untuk menghindari luka bakar yang tidak perlu. Getaran besar biasanya berlangsung kurang dari satu menit, setelah itu Anda harus mematikan kompor dengan segera.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini