World Hijab Day: Revolusi Jilbab di Dunia Mode

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 194 2355758 world-hijab-day-revolusi-jilbab-di-dunia-mode-FJR5g7tbbm.jpg World Hijab Day (Foto : Harperbazaar)

World Hijab Day dirayakan sebagai bentuk semangat dan dukungan bagi perempuan Muslim pengguna hijab di seluruh dunia. Kekuatan tersebut diperlukan karena masih banyak pihak-pihak tertentu menganggap hijab sebagai masalah dalam lingkup sosial.

Padahal, kamus mendefinisikan hijab atau jilbab atau headscarf adalahpenutup kepala yang dikenakan di depan umum oleh beberapa wanita Muslim. Tapi, apakah Anda tahu jilbab itu sendiri sudah ada jauh sebelum kedatangan Islam.

Laporan Harper's Bazaar Arabia, cerita bermula di Mesopotamia kuno. Wanita menggunakan kerudung sebagai simbol status elit, sedangkan di kekaisaran Bizantium, Yunan, dan Persia, cadar membedakan wanita terhormat dari kelas bawah dan budak. Seiring waktu, jilbab kemudian menjadi identitas Islam yang bertujuan untuk menutupi rambut dan menjaga kesopanan.

Hijab

Kembali ke World Hijab Day, tahun ini tema yang diangkat adalah #EndHijabophobia. Ajakan tersebut tentunya sebagai gerakan untuk sama-sama menghargai keputusan orang lain dan tidak mendiskriminasi pengguna hijab.

Baca Juga : World Hijab Day, Vivi Zubedi Hobi Padukan Abaya dan Sneakers Hypebeast

Baca Juga : World Hijab Day, Gaya Hijab Formal ala Aghnia Punjabi So Classy

Hoda Katebi, aktivis dan blogger Iran-Amerika mengatakan, bukan hal aneh ketika perempuan pengguna hijab di Amerika mendapat perlakuan tak nyaman. "Saya pernah dipukul, hijab saya disobek," ceritanya. Tapi, hal tersebut tak membuatnya untuk terus menyebarkan pesan positif soal hijab yang dia kenakan.

Marwa Biltagi, seorang fashion blogger, punya cerita menarik mengenai hijab di dunia mode. Ya, bekerja di industri fashion, membuka kacamata berpikir Biltagi soal hijab.

"Tak sedikit dari perempuan yang mengenakan hijab berpikiran untuk melepaskannya, karena mereka merasa jadi target. Jadi, melepas hijab dirasa akan lebih bisa diterima daripada tetap menggunakannya," cerita Biltagi.

Dunia fashion ikut menggelorakan hijab

Hijab

Dolce & Gabbana adalah salah satu fashion dunia yang pernah merilis koleksi abaya pertama pada 2016 dan kampanyenya difoto dengan model menggunakan hijab.

Tidak berhenti di situ, Michael Kors pernah menampilkan koleksi dengan hijab pada Spring 2019. Hijab bunga menjadi statement yang menggemparkan pencinta fashion.

Nike juga terpantau mendukung wanita Muslim menggunakan hijab. Koleksi sporty wear mereka ada yang ramah muslimah yaitu di koleksi Nike Pro Hijab 2018.

Modest fashion akhirnya merekah di dunia fashion dunia setelah itu. Kini, modest fashion diperkirakan bernilai 361 miliar USD atau sekitar Rp5 triliun pada tahun 2023. Tak bisa dianggap kecil lagi!

Hijab

Media fashion pun ikut merayakan kebebasan penggunaan hijab. Salah satunya ditunjukan Harper's Bazaar Arabia pada 2017 saat Halima Aden jadi cover majalah fashion tersebut.

Model muslim tersebut pun berkesempatan berlenggok di peragaan busana internasional untuk Yeezy di New York, lalu Max Mara dan Alberta Ferretti di Milan. Karena Halima, banyak model hijabers terbuka pintu 'rezekinya'.

Harper's Bazaar Arabia mencatat, harus ada revolusi dari jilbab klasik ke jilbab yang lebih modern. Ya, kerudung yang biasanya hanya hitam yang biasanya ada di abaya, harus bertransformasi mengimbangi pesatnya busana modest fashion itu sendiri.

"Ini membawa hijab ke dalam lingkup yang sama pentingnya yaitu melestarikan dan merayakan budaya Timur Tengah, agama, dan juga nilai kesopanan," catat Harper's Bazaar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini