Kisah Haru Penyintas Covid-19 Lahiran, Tak Bisa Gendong Bayinya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 481 2355687 kisah-haru-penyintas-covid-19-lahiran-tak-bisa-gendong-bayinya-rEy8aK4yEd.jpg Ibu hamil kena Covid-19 (Foto: Healthline)

Setiap ibu, usai lahiran pasti ingin segera menggendong dan memeluk bayinya. Namun seorang ibu yang terkena Covid-19 tak boleh melakukannya.

Meski demikian, penantian Kelsey Townsend untuk bisa bertemu dengan bayinya akhirnya terwujud setelah 3 bulan terpisah, usai melahirkan akibat Covid-19.

Ibu muda itu harus menerima kenyataan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 pada usia kehamilan 9 bulan, tepatnya pada Oktober 2020. Karena status kesehatannya membahayakan si bayi, ia tak diperkenakan menggendong anaknya usai dilahirkan.

 tak boleh menggendong bayinya

Pejabat rumah sakit mengatakan, penderitaan Kelsey tak hanya itu. Saat prosesi melahirkan, ia mengalami koma karena harus diinduksi secara medis. Meski begitu, Lucy, nama anaknya, lahir ke dunia pada 4 November 2020 melalui proses caesar.

Usai dilahirkan, bayi Lucy langsung dibawa keluarga ke rumahnya. Sementara itu Kelsey kondisinya memburuk.

Kelsey kemudian dilarikan ruang intensif karena memerlukan bantuan ventilator dan mesin lain untuk menopang paru-parunya yang memburuk, lapor Fox News.

"Sejak kondisinya memburuk, kami tak tahu apakah bisa membantu, dan pada akhirnya banyak ketidakpastian bagaimana akhirnya dia bisa sembuh," kata Dr Daniel McCarthy, Ahli Bedah Kardiotoraks UW Health dan Direktur Program ECMO.

Pada Desember 2020, pihak rumah sakit memberitahu keluarga Kelsey bahwa wanita tersebut membutuhkan transplantasi paru ganda untuk bertahan hidup. Suaminya, Derek Townsend, menceritakan kabar tersebut pada Kelsey di malam Natal.

"Dia mengatakan kalau tubuhnya sangat sakit, dia tidak mau pulang ke rumah. Itu sulit bagi kami," ungkap Derek.

Namun, beberapa hari kemudian, tanpa transplantasi, Kelsey dikabarkan membaik. Dokter pun bingung dengan 'keajaiban' tersebut.

"Kami tak tahu persis apa yang memungkinkan paru-parunya pulih setelah hampir 2 bulan menderita penyakit parah," kata Dr McCarthy.

Karena itu, nama Kelsey dihapus dari daftar calon penerima transplantasi dan segera dia dipindahkan dari ICU ke kamar perawatan biasa.

Pejabat rumah sakit mengatakan, Kelsey dibolehkan pulang dari RS Universitas di Madison pada 27 Januari dan akhirnya berkumpul dengan keluarganya setelah 3 bulan dirawat.

"Kemajuannya selama beberapa minggu terakhir cukup ajaib dan meskipun kami tak tahu persis apa yang terjadi, kemungkinan pemulihan total atau hampir sempurnanya itu berasal dari semangat Kelsey untuk kembali hidup dan bertemu dengan bayinya Lucy," papar Dr McCarthy.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini