Alasan Foto Kartu Vaksinasi Covid-19 Baiknya Tak Diunggah ke Sosmed

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 481 2355775 alasan-foto-kartu-vaksinasi-covid-19-baiknya-tak-diunggah-ke-sosmed-9hRo23js72.jpg Ilustrasi kartu vaksinasi (Foto : Today)

Program vaksinasi Covid-19 sedang terus berjalan, dengan target sampai akhir Februarii 2021 ini untuk golongan prioritas yakni para tenaga kesehatan. Setelah itu barulah para pekerja layanan publik lalu masyarakat umum.

Ketika menerima vaksin Covid-19 nanti, mungkin sebagian dari kita merasa begitu senang dan bersemangat sehingga membagikan rasa semangat itu kepada publik. Salah satu contohnya dengan mengunggah foto kartu vaksinasi yang diterima ke akun sosial media.

Well, tahukah Anda, sebetulnya setiap orang disarankan untuk tidak membagikan foto kartu vaksinasi Covid-19 ke akun sosial media. Seperti dilapor Today, Rabu (3/2/2021), sebagaimana dipaparkan Better Business Bureau, ada dua alasan mengapa kita tidak boleh mengunggah foto kartu vaksinasi Covid-19 ke platform sosial media.

Kartu Vaksinasi

Alasan pertama ialah karena di kartu vaksinasi tersebut terdapat informasi data pribadi kita. Mulai dari nama, tanggal lahir, dan lokasi tempat kita divaksin. Sehingga memposting kartu tersebut di dunia maya, membuat kita rentan terhadap aksi pencurian identitas yang pada akhirnya bisa merugikan diri kita sendiri. Hal ini bisa tambah lebih beresiko, jika akun sosial media kita pengaturan privasinya masih rendah.

Alasan kedua, ialah untuk menghindari para penipu untuk membuat kartu vaksinasi Covid-19 yang palsu. Semakin banyak foto gambaran kartu vaksinasi yang beredar bebas di internet, maka akan semakin mudah untuk memalsukannya. Meski saat ini belum ada kasus demikian, lembaga Better Business Bureau menilai aksi penipuan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar terjadi.

Baca Juga : Tahan Napas saat Jalan Lewati Orang Cegah Covid-19, Benarkah?

Baca Juga : Ini yang Terjadi pada Virus Covid-19, jika Masyarakat Sering Cuci Tangan

Mengingat, dari laporan Reuters menyebutkan baru-baru ini di Amerika sendiri FBI, Interpol dan organisasi lainnya sudah memberikan peringatan kepada laman-laman situs yang mengiklankan obat dan vaksin COVID-19 palsu. Beberapa penipu online bekerja dengan menggunakan email dan aplikasi chat pesan untuk mengklaim bahwa mereka dapat mengirimkan vaksin Covid-19 dengan biaya USD150 atau sekira Rp2,1juta.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini