Studi Tunjukkan Rutin Tidur Siang Bisa Kurangi Pikun Loh

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 612 2355802 studi-tunjukkan-rutin-tidur-siang-bisa-kurangi-pikun-loh-KJurITmy0f.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK memang harus tidur siang, agar memberikan waktu untuk otak mereka berkembang. Tapi, bukan cuma anak-anak saja yang butuh tidur siang loh, orang dewasa juga membutuhkan tidur siang.

Ya, berdasarkan penelitian terbaru, didapati bahwa ada dampak positif pada otak yang bisa kita dapatkan jika bisa tidur siang dengan cukup. Jadi, orang dewasa tidak hanya butuh tidur di malam hari, tapi juga tidur siang.

Studi penelitian yang dipublikasikan di General Psychiatry tersebut menyebutkan, orang yang tidur siang dengan teratur bisa memiliki kesadaran yang kuat, keterampilan verbal, dan kemampuan ingatan secara keseluruhan.

Dalam penelitian ini, para peneliti mencoba mempelajari sebanyak 2214 orang sehat dengan rentang usia lebih dari 60 tahun di Beijing, Shanghai dan Xian. Lalu, tim peneliti menemukan 1543 orang di antaranya rutin tidur siang dalam aktivitas sehari-harinya.

tidur siang

Sementara 680 orang lainnya, tetap terjaga atau tidak tidur siang. Sebagai catatan dua kelompok ini rata-rata tidur selama 6,5 jam di malam hari.

Kelompok orang yang rutin tidur siang selama 5 menit hingga 2 jam setiap harinya, usai waktu makan siang. Dengan pembagian, sebagian orang rutin melakukan tidur siang setiap harinya, dan ada juga yang hanya satu kali dalam satu pekan.

Setiap partisipan di penelitian ini diketahui menjalani pemeriksaan kesehatan, contohnya Mini Mental State Exam (MMSE), untuk melihat apakah mereka mengalami demensia.

Selanjutnya, tes digelar dengan menyertakan 30 pengukuran yang berbeda dari kekuatan dan fungsi kognitif. Contohnya keterampilan visuo-spasial, memori, rentang perhatian, keterampilan memecahkan masalah, kesadaran lokasi, dan kemampuan verbal.

Mengutip Yahoo, ditemukan bahwa orang-orang yang tidur siang memiliki skor MMSE yang lebih tinggi, khususnya di poin kesadaran lokasi, kemampuan verbal, keterampilan memori.

Tim peneliti mencatat bahwa lebih banyak penelitian tentang topik tidur siang ini akan sangat membantu, karena jumlah waktu tidur siang bervariasi di antara para peserta. Mereka menyakini bahwa proses meredakan inflamasi terjadi saat orang tidur siang di tengah-tengah hari.

"Tidur mengatur respons kekebalan tubuh, dan tidur siang dianggap sebagai respons yang berevolusi terhadap peradangan. Orang dengan tingkat peradangan yang lebih tinggi juga lebih sering tidur siang," jelas para peneliti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini