Curhat Satpam Baru, Pingsan Setelah Ketemu Kuntilanak Merah di Menara Saidah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 612 2355906 curhat-satpam-baru-pingsan-setelah-ketemu-kuntilanak-merah-di-menara-saidah-I331xEXyld.jpg Ilustrasi Kuntilanak. (Foto: Shutterstock)

ATMOSFER horor di Menara Saidah memang sudah dikenal luas. Gedung yang dulunya beroperasi sebagai perkantoran itu menyimpan banyak sekali cerita misteri, salah satunya soal kuntilanak merah.

Hantu yang digambarkan mengenakan pakaian serba merah tersebut bahkan sudah ada sebelum Menara Saidah kosong seperti sekarang. Kuntilanak merah dikenal bukan hanya menghantui, tapi mencelakai manusia.

Ada satu kisah horor yang pernah terjadi di Menara Saidah. Diceritakan di RCTI+ Radio, kisah tersebut diketahui berasal dari pengalaman nyata satpam yang menjaga Menara Saidah saat masih aktif beroperasi.

Cerita bermula saat si satpam ini ditinggal sendirian pukul 12 malam oleh teman satpam satunya. Dia pergi dengan alasan pulang ke rumah untuk suatu keperluan.

Sedang anteng jaga di pos satpam, tiba-tiba dia kedatangan tamu seorang perempuan yang mengaku karyawan di Menara Saidah. Pakaiannya serba merah. Perempuan ini datang tengah malam dengan alasan ingin ambil dompetnya yang ketinggalan di lantai 14.

menara saidah

Merasa ganjil, si satpam pun awalnya aneh dengan perempuan tersebut. Tapi, karena didesak, akhirnya ia menuruti kemauan wanita tersebut. Bergeraklah mereka berdua ke pintu masuk utama Menara Saidah.

Perlu diketahui sebelumnya, ketika perkantoran sudah tutup, semua pintu dikunci dan lampu dimatikan, tapi listrik tetap aktif. Pendingin ruangan pun dimatikan.

Nah, pintu utama mulai dibuka si satpam. Seketika angin dari dalam Menara Saidah keluar, membuat bulu kuduk satpamnya berdiri. Bagaimana tidak, dia sangat yakin AC tak ada yang nyala, tapi kenapa angin yang berhembus sangat dingin.

Tidak hanya itu, hawa-hawa tidak enak terasa dari beberapa lampu kecil yang tetap nyala dan memberi nuansa horor yang menusuk jantung. Sebagai manusia biasa, si satpam itu mengaku ketakutan.

Tapi, dia coba tenang dan tak mau terlihat ketakutan. Alhasil, untuk mengalihkan perasaan takut tersebut dia ajak perempuan berbaju merah itu ngobrol. "Lift di sini memang lama ya?" tanya si satpam di depan pintu lift. Si perempuan itu menjawab, "Iya, memang lama lift di sini." Suara si perempuan katanya terdengar tenang tapi misterius.

Mereka berdua menunggu di depan lift lumayan lama, sekitar 5 hingga 10 menit. Waktu berjalan begitu lama di situasi seperti ini. Sampai akhirnya pintu lift terbuka. Si satpam membiarkan perempuan itu masuk duluan.

Setelah berada di dalam lift, satpam memencet tombol 14, mengartikan lantai tujuan mereka. Lift bergerak ke atas sangat lambat. Di tengah jalan, sekitar 5 menit setelah pintu lift tertutup, entah kenapa pintunya terbuka.

Bukan, bukan di lantai 14 tapi di lantai 11. Kembali, aura dingin menembus tubuh si satpam itu. Jantungnya berdetak mulai kencang. Pikirannya melayang ke hal-hal mistis. "Apakah ada orang lain di dalam gedung ini? Padahal, sudah dipastikan enggak ada orang karena semua pintu sudah dikunci," isi pikiran si satpam.

menara saidah

Dia keluar beberapa langkah dari lift untuk memastikan sekitarnya. Lantai itu begitu gelap dan sepi. Tak ada kehidupan sama sekali di lantai itu di pukul 12 malam. Merasa aman, dia pun kembali masuk ke lift dan memencet tombol 14 sekali lagi.

Lift bergerak ke atas kembali. Satpam itu coba menenangkan suasana, dia ajak perempuan berbaju merah di belakangnya untuk ngobrol sedikit. Biar cair.

"Mbak...," sapa si satpam. Tak ada balasan apapun, yang ada hanya suasana hening. Jantungnya makin berdegup kencang. Sekali lagi dia coba menyapa perempuan di belakangnya, "Mbak...,". Kembali, tak ada jawaban.

Satpam itu pun menengok ke arah belakang, memastikan apa yang terjadi dan yang dia lihat kosong. Tak ada sosok perempuan berbaju merah itu. Perasaan dan pikiran si satpam campur aduk, dia seorang diri menuju lantai 14.

'Ting'. Angka di atas pintu menunjukkan lantai 14. Pintu lift terbuka. Kakinya gemetar, jantungnya kencang sekali berdegup. Matanya melihat sekeliling dengan penuh ketakutan.

Di lantai 14 ini, menurut si satpam isinya kantor berkonsep kubikel atau sekat-sekat. Dalam kegelapan itu, dia kemudian melihat ada satu kubikel yang lampunya menyala.

Bukannya segera menutup pintu dan turun dengan lift, si satpam ini menuju kubikel menyala itu dibantu senter dari ponsel pintarnya. Beberapa detik kemudian, terdengar suara ketikan keyboard komputer.

menara saidah

Semakin didekati, suara itu semakin jelas. Entah apa yang ada di pikiran si satpam ini, dia benar-benar mendekat ke kubikel tersebut. Karena sekatnya lumayan tinggi, dia harus melihat dalam jarak dekat ada apa di dalam kubikel tersebut.

Hampir mendekati kubikel itu, tiba-tiba dia merasa ada tangan yang menepuk pundaknya. Sontak dia kaget dan ponselnya jatuh. Nahasnya, senternya menghadap lantai, alhasil dia berada di dalam kegelapan.

Sambil mencari ponselnya, dia pun ada di dalam kubikel tersebut dan tiba-tiba cahaya dan suara ketikan itu hilang ditelan kegelapan. Kubikel itu kosong.

Mengetahui hal tersebut, si satpam langsung lari mencari tangga darurat. Berhasil, dia langsung buka pintunya dan segera menuruni anak tangga dari lantai 14 ke lantai dasar.

Sekuat tenaga dia mengerahkan tenaganya untuk bisa sesegera mungkin ada di lantai dasar dan keluar dari Menara Saidah. Karena di ruang tangga darurat biasanya menggema, setiap langkahnya mencipta bunyi yang kencang.

Rasa takutnya yang tinggi membuatnya menuruni anak tangga dengan cepat, tapi sebelum sampai di lantai dasar, dia keletihan. Akhirnya coba menarik napas sejenak di lantai 5. Jantungnya deg-degan ketakutan, badanya lemas, pikirannya mulai kabur.

menara saidah

Tapi, tak ada waktu lagi dia harus segera keluar. Sebelum akhirnya mulai menuruni anak tangga, satpam tersebut dikejutkan dengan suara gema langkah kaki yang sangat kencang dari arah atas ke bawah.

Ya, si satpam itu diikuti, entah oleh siapa. Suara itu sangat menakutkan dan seketika satpam tersebut turun tangga kembali. Ia benar-benar ketakutan. Keringatnya keluar, kakinya lemas, tapi sekali lagi, harus segera keluar.

Nyaris di lantai dasar, tepat di lantai 2, pegangan tangga yang sebelumnya besi mendadak melunak. Ya, pegangan tangganya berubah teksturnya. Tidak hanya itu, pegangan itu dingin sekali.

Dengan senter di ponselnya, dia soroti gagang tangga tersebut dan ternyata itu tangan manusia yang sudah sangat pucat. Ya, dia sedang menggenggam tangan mayat di Menara Saidah.

Karena tubuhnya sudah lunglai, dia pun jatuh dan terguling. Beberapa sumber menjelaskan kalau si satpam mengalami gegar otak kecil.

Entah bagaimana, rekan satpamnya yang sebelumnya pulang ke rumah datang dan mengangkat satpam tersebut dan langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah siuman, si satpam itu menceritakan ke temannya apa yang terjadi malam itu.

Oh iya, satpam yang diganggu kuntilanak merah ini diketahui baru bekerja di Menara Saidah. Beberapa orang menduga, apa yang dilakukan si kuntilanak merah seperti ingin memberi 'salam kenal'.

So, begitulah cerita misteri mengenai kuntilanak merah di Menara Saidah yang sempat menghebohkan masyarakat. Ingin mendengar cerita misteri lainnya? Download aplikasi RCTI+ di Play Store dan App Store untuk bisa menikmati banyak konten seru lainnya atau melalui link https://www.rctiplus.com.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini