Herd Immunity Belum Terbentuk, Satgas Covid-19 Minta Warga Jalankan Protokol Kesehatan Ketat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 481 2356327 herd-immunity-belum-terbentuk-satgas-covid-19-minta-warga-jalankan-protokol-kesehatan-ketat-9ERzuoqO4h.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: USA Today)

Pemerintah resmi memulai vaksinasi Covid-19 sejak 13 Januari 2021 dalam rangka menciptakan kekebalan kelompok alias herd immunity. Ini menjadi salah satu langkah yang diambil sebab, penularan Covid-19 semakin meningkat setiap harinya.

Saat ini proses vaksinasi sedang dilakukan kepada para tenaga kesehatan (tenkes) yang berperan sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19. Namun apakah herd immunity yang diinginkan pemerintah sudah terbentuk?

 Vaksin Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, proses pembentukkan herd Immunity yang direncanakan pemerintah, tentunya belum terjadi. Sebab proses vaksinasi baru dimulai dan masih mencakup kelompok tenaga kesehatan.

“Membutuhkan jumlah yang cukup banyak orang yang divaksin, baru herd immunity ini terjadi. Tapi proses bertahap building up memang telah terjadi sejak vaksinasi pertama sampai sekira 70 persen warga indonesia tervaksinasi dengan baik,” kata Prof. Wiku, dalam live streaming di channel YouTube Kemenkes, Kamis (4/2/2021).

Selain itu Prof. Wiku juga menjelaskan, meskipun sebagian besar tenaga kesehatan sudah divaksinasi, namun mereka tidak diperbolehkan bekerja (praktek) tanpa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Sementara ini belum bisa, karena vaksinasi ini adalah salah satu cara untuk terlindung dari Covid-19, tapi tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Proteksi ini akan muncul secara kolektif apabila herd immunity secara komplit terbentuk dan nanti kasusnya mulai hilang,” lanjutnya.

Prof. Wiku berpesan kepada semua masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Protokol kesehatan ketat ini berlaku bagi orang yang sudah maupun belum divaksin.

“Jadi sementara belum hilang kasusnya semua wajib menjalankan protokol kesehatan ketat. Karena bisa saja orang yang divaksin atau belum bisa terkena Covid-19 karena belum terbentuk herd immunity dengan baik,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini