Perlukah Pasien Kanker Divaksin Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 481 2356450 perlukah-pasien-kanker-divaksin-covid-19-D1OL3zqAbs.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: John Hopkins)

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) merekomendasikan siapa saja yang layak, belum, atau tidak layak menerima vaksin Covid-19. Itu tertuang di Surat Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 pada pasien dengan penyakit penyerta yang terbit 18 Desember 2020.

Dalam rekomendasi PAPDI itu, pasien kanker paru layak menerima vaksin Covid-19 dengan catatan pasien dalam kemoterapi atau terapi target. Tapi, pasien kanker lain dikatakan belum layak menerima vaksin.

 kanker

Ya, pasien dengan penyakit kanker, kelainan hematologi seperti gangguan koagulasi, pasien imunokompromais, pasien dalam terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan, dan penerima produk darah direkomendasikan (PAPDI) belum layak menerima vaksin Covid-19.

Begitu juga dengan pasien hematologi-onkologi yang mendapatkan terapi aktif jangka panjang, seperti leukimia granulositik kronis, leukimia, limfositik kronis, myeloma multipel, anemia hemolitik autoimun, ITP, dan lainnya juga belum layak menerima vaksin Covid-19.

Namun, PAPDI merevisi rekomendasi tersebut. Dijelaskan Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, SpPD, K-HOM, yang juga bagian dari PAPDI menjelaskan, pasien kanker statusnya layak bersyarat mendapatkan vaksin Covid-19.

Maksudnya layak bersyarat adalah ada beberapa syarat yang mesti diperhatikan sebelum pasien kanker menerima vaksin Covid-19. "Kalau ditanya apakah perlu pasien kanker menerima vaksin Covid-19, jawabannya perlu," terang dr Djumhana di Webinar Kemenkes, Kamis (4/2/2021).

Menurut dr Djumhana, pasien kanker perlu mendapatkan vaksin karena ketika tubuh memiliki kanker, maka imunitasnya turun dan dengan bantuan vaksin akan meningkatkan imunitas tubuh pasien kanker. Kalau sudah begitu, risiko terpapar Covid-19 pun menjadi lebih kecil.

Namun, ada catatan penting di sini yaitu pemberian vaksin pada pasien kanker masih berdasar pendapat para ahli. Jadi, sifatnya masih rekomendasi atas pendapat ahli dan ekstrapolasi. Karena itu, pertimbangan dokter ahli kanker menjadi sangat penting.

Secara jelas, dr Djumhana menerangkan syarat pasien kanker layak menerima vaksin Covid-19, yaitu:

1. Pasien kanker sudah remisi komplit. Ini termasuk pada tumor padat pascapembedahan yang remisi komplit (curable) dan pasien kanker yang mendapat kemoterapi lengkap dan dinyatakan remisi komplit.

2. Performance statusnya 0 yang diartikan baik.

3. Status imun baik.

4. Secara klinis, gejala sistemiknya negatif atau tidak ada demam atau berat badan memperlihatkan kenaikan.

5. Leukosit harus normal.

6. CD 4 dan CD 8 normal.

7. Tuberculin test (+).

8. Multitest Pasteur Mirieux (9 antigen): ada yang positif.

9. Pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi sistemik aktif sebelum dan sedang dalam menyelesaikan 6 siklus. Jika di antara siklus, tidak layak.

Soal jenis vaksin yang dianjurkan, dr Djumhana menyatakan selain vaksin hidup dan vaksin vektor hidup adenovirus (non Covid) yang replication competent.

Penting juga dicatat, pemberian vaksin sesuai dengan supervisi dokter ahli kanker. "Vaksin diberikan di rumah sakit atau cancer center," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini