Kenali Plus Minus Olahraga bagi Kesehatan Kulit

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 611 2356220 kenali-plus-minus-olahraga-bagi-kesehatan-kulit-bTQ3l3vsPr.jpg Olahraga (Foto: The Ladders)

Olahraga bukan hanya menyehatkan bagi tubuh secara keseluruhan, tapi juga terutama berdampak bagi kulit.

Menurut Corey L. Hartman, dermatologis bersertifikat dari Skin Wellness Dermatology, Birmingham, Alabama, olahraga memang memiliki manfaat tak terhingga bagi kesehatan tubuh secara umum dan terutama bagi kulit manusia.

 olahraga

Sebagian besar manfaat ini, berhubungan dengan bagaimana gerakan olahraga telah memompa jantung kita. Sebab selama melakukan gerakan olahraga, maka detak jantung akan meningkat.

“Selama olahraga detak jantung meningkat dan meningkatkan sirkulasi darah, inilah yang membantu mengirimkan oksigen dan nutrisi ke kulit," ujar Corey L. Hartman, seperti dikutip Huffingtonpost.

Kulit yang mendapatkan aliran oksigen dan nutrisi tersebut, lalu mendorong perkembangan kolagen untuk mencegah kulit kendur dan meregenerasi sel-sel kulit baru untuk menjaga kulit tetap bercahaya dan tereksfoliasi dengan baik.

Senada dengan Dokter Corey, Dermatologis berbasis di New York, Jordan V. Wang mengatakan, peningkatan aliran darah ke kulit karena berolahraga memang sangat berperan besar bagi kesehatan kulit.

“Darah yang kaya nutrisi bisa membantu membersihkan kulit, membuang ‘produk-produk’ yang tidak diinginkan dari sel kulit. Sehingga berkontribusi agar kulit bisa sehat bercahaya,” ujar Jordan Wang.

Tapi di sisi lain, berolahraga jika tidak dibarengi dengan tindakan pencegahan yang tepat, dikatakan juga bisa mendatangkan dampak negatif pada kulit. Sebab olahraga sangat berkaitan dengan peningkatan keringat.

Dokter Corey menuturkan, bagi sebagian orang keringat yang bertambah bisa menyebabkan kondisi kulit tertentu jadi kambuh.

“Ini mungkin termasuk jerawat, eksim dan folikulitis, radang folikel rambut. Kondisi lembab pada kulit kita dapat mendorong bakteri normal yang hidup di kulit dan berfungsi secara positif, tiba-tiba tumbuh secara berlebih, pori-pori tersumbat dan menyebabkan benjolan nanah dan bintil jerawat yang sakit,” tambahnya.

Sementara Dokter Jordan meng-highlight pada pemakaian baju olahraga yang biasanya ketat begitu menempel ke kulit, dikombinasikan dengan keringat dan gesekan tinggi (saat melakukan gerakan olahraga). Pada akhirnya, bisa memicu terjadinya ruam-ruam kemerahan pada kulit.

“Contohnya ruam-ruam di area kulit yang terlipat, misalnya paha bagian dalam, lutut, dan siku. Bisa tambah parah dengan gesekan intensitas tinggi dari gerakan berlari atau angkat beban,” pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini