Peneliti Khawatir Bakteri Pembunuh Simpanse Bisa Menyebar ke Manusia

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 481 2357179 peneliti-khawatir-bakteri-pembunuh-simpanse-bisa-menyebar-ke-manusia-Smc7VmnVRB.jpg Simpanse (Foto: Foxnews)

Pandemi Covid-19 belum juga usai, tapi ancaman penyakit mematikan baru lainnya sudah muncul lagi. Ancaman penyakit baru yang mematikan ini, berangkat dari kasus kematian hewan simpanse di Sierra Leone, Afrika Barat yang disebabkan oleh bakteri.

Dikutip Fox News, Jumat (5/2/2021) para peneliti mengkhawatirkan, bakteri pembunuh simpanse ini bisa menjangkiti manusia.

 simpanse

Baru-baru ini, para peneliti yang dipimpin oleh tim di University of Wisconsin, Madison tersebut menerbitkan sebuah penelitian yang memuat hasil temuan mereka lewat jurnal, Nature Communications.

Diketahui, sebanyak 56 ekor simpanse di Tacugama Chimpanzee Sanctuary mati karena penyakit misterius dari rentang tahun 2005 hingga 2018.

Diungkap oleh sang ketua peneliti, Tony Goldberg, penyakit yang menjangkiti puluhan ekor simpanse tersebut menyebabkan gejala-gejala gastrointestinal dan neurologis yang tidak kentara.

“Simpanse akan terhuyung-huyung dan tersandung-sandung, muntah, dan diare. Kadang-kadag, mereka tidur dengan sehat dan lalu ditemukan mati di pagi hari,” kata Tony saat diwawancara Science.

Kala itu, sebagai tindakan pertolongan untuk menyelamatkan nyawa hewan primata yang terancam punah ini, dokter hewan di Tacugama merawat simpanse yang sakit dengan antasida, antikonvulsif, dan antibiotik.

Setelah beberapa tahun melakukan skrining DNA dan meneliti sampel dari hewan primata tersebut. Kemudian bakteri yang terdapat dalam 68% sampel dari simpanse yang sakit itu diisolasi. Usai diteliti, ditemukan ada semanggi berdaun empat yang terlihat seperti genus Sarcina.

Bakteri yang ditemukan tersebut, kini disebut dengan nama Sarcina troglodytae, dengan penyakit baru yang dinamakan sebagai Epizootic Neurologic and Gastroenteric Syndrome (ENGS).

Sejauh ini, dikatakan lebih lanjut masih banyak variabel terkait yang belum diketahui. Termasuk soal, bakteri ini bisa hidup di tanah tapi belum diketahui pasti bagaimana caranya simpanse-simpanse itu menelannya.

Serta mengapa ada prevalensi di bulan Maret, dan juga soal apakah benar atau tidak semata bakteri itu saja yang jadi penyebab tunggal penyakit ENGS yang memiliki angka kematian 100% tersebut.

Untuk diketahui, walaupun ENGS disebutkan belum menginfeksi manusia (genus Sarcina ditemukan hanya di 44 kasus infeksi pada manusia). Tapi perlu diingat, manusia dan simpanse sendiri berbagi sekitar 99% genom, termasuk bakteri usus.

Meskipun ancaman terbesar tetap ENGS akan menyebar ke simpanse liar atau tempat perlindungan hewan lainnya. Tony menyebutkan, dia masih memantau patogen tersebut.

“Ada sangat sedikit patogen yang bisa menginfeksi simpanse tanpa menjangkiti manusia. Begitu juga, sangat sedikit patogen yang menginfeksi manusia tanpa menginfeksi simpanse," pungkas Tony Goldberg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini