Pemerintah Tegaskan Tak Ada Lockdown Total Jakarta 12 hingga 15 Februari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 481 2357185 pemerintah-tegaskan-tak-ada-lockdown-total-jakarta-12-hingga-15-februari-O1RjcUS8j7.jpg Patuhi protokol kesehatan cegah penularan Covid-19 (Foto : Okezone)

Masyarakat dikejutkan dengan broadcast berisi imbauan agar mempersiapkan diri karena akan lockdown total. Pesan tersebut meresahkan dan langsung dibantah Kementerian Kesehatan dan Kepolisian Republik Indonesia.

"Kami tegaskan, sampai saat ini pemerintah belum melakukan kebijakan lockdown total, baik di DKI Jakarta maupun di daerah lainnya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi di Webinar, Jumat (5/2/2021).

Siti Nadia

Saat ini, sambung Nadia, pemerintah masih memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di masyarakat. PPKM saat ini sudah masuk tahap kedua, diberlakukan sejak 26 Januari hingga 8 Februari.

Jika ditanya PPKM jilid 3 apakah akan ada, Nadia menjawab, itu akan dilihat dari hasil evaluasi. "Kemungkinan adanya relaksasi pun harus dilihat dari hasil evaluasi," tambah Nadia.

Jubir Vaksinasi Covid itu mengimbau kembali kepada masyarakat agar tidak terpengaruh broadcast sesat tersebut. "Masyarakat kami harap tenang dan jangan mempercayai sumber informasi yang tidak dapat dipercayai semacam itu," terangnya.

Baca Juga : 7 Cara Menjaga Keluarga jika Terpaksa Bepergian saat Pandemi Covid-19

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 11.749, DKI Jakarta

Lebih lanjut, Kepala Divisi Humas Polri irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa informasi sesat terkait bakal adanya lockdown total itu sangat meresahkan. Efeknya bisa membuat masyarakat resah bahkan terpecah belah.

"Informasi itu tidak benar. Dengan adanya pesan tidak benar seperti ini, akan memberikan dampak negatif bagi siapa saja. Bahkan, bisa menciptakan opini negatif di masyarakat dan bisa membuat kegaduhan. Itu sangat mengkhawatirkan karena isinya bisa bersifat menghasut, bisa bersifat firnah," ucap Argo.

Humas

Dia pun mengimbau agar masyarakat jangan mudah membagikan informasi yang dirasa tidak benar. Masyarakat juga diminta untuk mencari kebenaran informasi yang diterima dari sumber yang terpercaya.

Pesan broadcast terkait lockdown total itu berbunyi:

"Perhatian... Perhatian... Sudah lihat tv? Hari ini sudah lihat tv belum?

Baru saja diumumkan Presiden Joko Widodo bahwa mulai 12 Februari 2021, hari Jumat jam 8 malam sampai 15 Februari 2021 Senin jam 5 pagi Jakarta lockdown total.

Tidak boleh keluar rumah sama sekali. Toko dan restoran semua tutup. Semua harus diam di rumah. Harus sedia bahan makanan untuk makan di rumah dan jangan keluar rumah karena akan ditangkap langsung dan di-swab. Didenda besar sekali. Stay at home."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini