Kementerian PPPA dan Komnas Perempuan Siap Lindungi Perempuan Rentan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 612 2357303 kementerian-pppa-dan-komnas-perempuan-siap-lindungi-perempuan-rentan-ViBhtmMk9b.jpg Lansia perempuan termasuk perempuan rentan (Foto: Shutterstock)

Penelantaran dua perempuan lansia oleh oknum aparat di Bengkulu yang melarang lansia menggunakan rakit untuk menyeberang sungai besar, mendapat sorotan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI.

Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA RI, Vennetia Ryckerens Dannes mengatakan, pihaknya siap melindungi perempuan rentan, seperti lansia, dan penyandang disabilitas.

"Kami sangat menyesalkan kejadian yang terjadi di Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Seharusnya aparat setempat seperti camat dan kades memberi contoh dalam melindungi lansia," ujarnya, Jumat (5/2/2020).

 lansia termasuk kelompok perempuan rentan

Rupanya Komnas Perempuan ikut menyoroti insiden penelantaran dua perempuan lansia di Bengkulu. Berdasarkan analisa Komnas Perempuan melalui pemberitaan media, ada dugaan kasus ini terkait sengketa lahan. Namun seharusnya hal itu jangan dibawa-bawa.

"Khususnya, terkait rasa aman, yang dalam hal ini dari risiko, akibat hambatan menyeberang sungai," kata Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani.

Data Komnas Perempuan, aduan terkait konteks konflik sumber daya alam, kerap ditemukan keterlibatan aparat negara sebagai pihak bersengketa. Akibatnya, urai Andy, oknum aparatnya cenderung menggunakan kewenangan secara tidak proporsional.

"Dalam situasi ini, perempuan selalu memiliki kerentanan khusus. Kerentanan ini menjadi berlipat, terkait dengan identitas perempuan yang juga tidak tunggal. Misalnya terkait status perkawinan atau usia. Dalam kasus yang diajukan, kondisi kerentanan dua lansia ini menjadi berbeda dari anggota warga lainnya yang juga kesulitan menyeberang sungai di dalam peristiwa itu," papar Andy.

Andy menilai, kasus ini perlu dilihat secara lebih komprehensif. Tidak saja pada aksi penelantaran lansia. Melainkan juga konteks atau latar belakang peristiwa dan lingkup tanggung jawab aparat pemerintahan dalam penanganan peristiwa dan dampaknya. Termasuk upaya preventif agar tidak terulang.

Guna memastikan langkah tersebut juga menyasar pada kebutuhan dan kerentanan khusus perempuan, Komnas Perempuan membuka diri pada pengaduan warga terdampak.

Seperti diketahui, sebelumnya nasib malang dialami dua wanita lansia, Rosni (70 tahun), Sumiaty (65 tahun), dan keluarganya. Mereka terdampar selama berjam-jam di tepi sungai Ketaun, Talang Ratu, Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu, Kamis (28/1/2020) akibat dilarang memakai rakit untuk menyeberang sungai oleh aparat setempat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini