Jadi Penyebab Meninggalnya Firmanzah, Kenali Beda Sakit Kepala Biasa dengan Vertigo

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 481 2357599 jadi-penyebab-meninggalnya-firmanzah-kenali-beda-sakit-kepala-biasa-dengan-vertigo-aoRt3qQsjR.jpg Ilustrasi Vertigo. (Foto: Shutterstock)

GURU Besar FEB Universitas Indonesia sekaligus Rektor Universitas Paramadina Firmanzah meninggal dunia. Menurut informasi yang diterima MNC Portal News, Guru Besar FEB Universitas Indonesia itu meninggal dunia akibat vertigo.

Hal tersebut dibenarkan rekan sejawatnya, Budi Frensidy. Jenazah rencananya akan dikebumikan usai salat Dzuhur. Alamat duka di Taman Parahyangan Golf Jalan Situ Indah Golf Nomor 12, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat.

Dari kasus kematian ini, masyarakat perlu memahami bahwa vertigo bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Penyakit itu bahkan bisa merenggut nyawa, terlebih jika Anda memiliki penyakit penyerta yang dapat memperparah kondisi kesehatan.

Terlepas dari itu, Anda mesti tahu bahwa ada ciri-ciri khas vertigo. Menurut laman Pharmacy Times, ciri-ciri khas vertigo adalah perasaan berputar-putar mengikuti gerakan kepala yang cepat dan perubahan posisi tubuh yang tiba-tiba. Gejala tersebut bisa terjadi beberapa detik saja hingga berminggu-minggu.

vertigo

Onset gejala tersebut tidak dapat diprediksi dan episode gejalanya bisa ringan hingga berat. Pada beberapa kasus, ketika vertigo itu muncul ada yang sampai mengalami muntah dan mual, bahkan nistagmus atau gerakan mata yang tak disengaja.

Lebih lanjut, Dokter Penyakit Dalam Elaine K. Lou, MD., menjelaskan bahwa vertigo bisa datang dan pergi dan menyebabkan episode disorientasi yang parah dan tiba-tiba.

"Saat vertigo datang, gejalanya bisa sangat ringan atau menjadi kronis dan bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama," paparnya di laman Healthline.

Secara umum, gejala khas vertigo menurut Luo adalah merasa mual, berkeringat, muntah, gerakan mata yang tak normal atau tidak biasa, kehilangan keseimbangan, telinga berdengung, dan terjadi gangguan pendengaran.

Penyebab vertigo paling umum adalah terjadinya gangguan sistem saraf pusat atau vestibular. Vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV) adalah diagnosis paling umum.

Gejala BBPV terjadi akibat otoconia atau penumpukan kristal kalsium karnbonat yang biasa disebut kanalit atau batuan telingan yang berpindah ke kanal setengah lingkaran labirin vestibular telinga bagian dalam, merangsang ujung saraf dan menciptakan sensasi gerakan.

Selain itu, vertigo bisa juga terjadi akibat beberapa faktor yaitu neuronitis vestibular akut (infeksi telinga), penyakit Meniere (kelainan cairan telinga bagian dalam yang menyebabkan terlalu banyak tekanan dalam sistem endolimfatik telinga bagian dalam, fistula perilimf (cairan telinga bagian dalam bocor ke dalam telinga tengah), dan trauma kepala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini