Sleep Apnea Ternyata Bisa Ditandai dengan Perubahan Suasana Hati

Diana Rafikasari, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 481 2357804 sleep-apnea-ternyata-bisa-ditandai-dengan-perubahan-suasana-hati-UGZOqBir76.jpg Ilustrasi sleep apnea. (Foto: Medical News Today)

SLEEP apnea bisa diderita semua orang. Sleep apnea sendiri merupakan kondisi gangguan ketika tidur, yakni napas mendadak berhenti dan berlanjut berulang kali.

Jenis sleep apnea yang paling umum disebut obstructive sleep apnea (OSA). Sleep apnea jenis ini terjadi ketika otot tenggorokan secara berkala rileks dan menghalangi jalan napas ketika tidur.

Baca juga: Teriak 20 Detik Sehari Bantu Kurangi Ngorok Lho 

Seperti dilaporkan Mayo Clinic, banyak gejala OSA yang muncul selama tidur, tetapi bisa terbawa sampai saat bangun. Mengalami perubahan suasana hati, seperti depresi atau mudah tersinggung, dapat menandakan OSA.

Ilustrasi tidur. (Foto: Senivpetro/Freepik)

Meskipun kaitannya dengan perubahan suasana hati tidak sepenuhnya dipahami, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research telah menemukan kaitan dengan bahan kimia tertentu di otak.

"Dalam studi sebelumnya, kami telah melihat perubahan struktural di otak akibat sleep apnea, tetapi dalam studi ini kami benar-benar menemukan perbedaan substansial dalam dua bahan kimia yang memengaruhi cara kerja otak," ungkap ketua peneliti Paul Macey.

Baca juga: Sesak saat Tidur, Kenali Gejala Sleep Apnea 

Dikutip dari Express, Minggu (7/2/2021), untuk penelitian tersebut, para peneliti memeriksa kadar dua bahan kimia otak yakni glutamat dan asam gamma-aminobutyric, juga dikenal sebagai GABA.

Bahan kimia ini ditemukan di bagian otak yang disebut insula. Bagian otak ini membantu mengatur sinyal dari daerah otak lain untuk membantu mengatur emosi, pemikiran, dan fungsi fisik tertentu seperti tekanan darah dan keringat.

Orang dengan sleep apnea memiliki tingkat GABA yang lebih rendah dan tingkat glutamat yang sangat tinggi. Sementara GABA bertindak sebagai penghambat mood, memperlambat segalanya, dan membuat orang tetap tenang. Sedangkan glutamat memiliki efek sebaliknya.

Baca juga: Waspada, Kebiasaan Tidur Mendengkur Bisa Memicu Kematian 

Para peneliti menjelaskan, ketika kadar glutamat tinggi, otak menjadi stres dan tidak berfungsi dengan baik. Gejala lain yang terkait dengan OSA meliputi mengantuk secara berlebihanan di siang hari, mendengkur keras, berhenti bernapas selama tidur yang berulang kali, bangun mendadak disertai terengah-engah atau tersedak.

Kemudian gejala bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan, sakit kepala pagi, kesulitan berkonsentrasi pada siang hari, tekanan darah tinggi, berkeringat di malam hari, serta libido menurun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini