Hoax: Aplikasi EHAC Sementara Tutup karena Gangguan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 612 2357729 hoax-aplikasi-ehac-sementara-tutup-karena-gangguan-4FIvA2txF5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEREDAR pesan berantai di WhatsApp yang memberitahu bahwa aplikasi EHAC Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sementara waktu tutup. Karena itu, ada gangguan yang akan berdampak langsung ke masyarakat.

Begini bunyi pesan berantai tersebut:

"REKAN-REKAN dengan ini saya umumkan ;

 

1. Layanan EHAC pada kemenkes sementara waktu tertutup.

 

2. Dampak gangguan :

 

Faskes Soetta dan faskes hotel, faskes yang pendaftaran menggunakan scan EHAC.

 

Selanjutnya QR PCR atau Rapid pada EHAC menu Vaksinku tidak akan tampil.

 

Akan muncul pesan pada faskes ketika input hasil test PRC atau Rapid ; PENGIRIMAN DATA KE EHAC GAGAL, LAYANAN EHAC TERTUTUP SEMENTARA WAKTU."

 

EHAC sendiri merupakan singkatan dari Electronic - Health Alert Card, salah satu e-Card yang sering jadi syarat penerbangan keluar kota. EHAC juga adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya.

Sistem EHAC dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, dalam hal ini, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Nah, soal kabar di atas, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa itu tidak sepenuhnya benar.

"Aplikasi EHAC-nya sendiri tidak ada masalah, masih bisa diakses. Hanya saja layanan untuk upload hasil swab PCR atau Rapid Antigen enggak bisa. Ada kendala di sistemnya," terang Nadia pada MNC Portal melalui pesan singkat, Sabtu (6/2/2021).

Jadi, jika biasanya masyarakat tinggal menunjukkan EHAC ke petugas, sekarang harus bawa hasil tes secara manual. "Enggak ada masalah dengan masyarakat, karena mereka tinggal bawa hasil labnya saat akan bepergian," tambahnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini