Arkeolog Temukan Mumi Lidah Emas, Dianggap Bisa Berbicara dengan Dewa Kematian

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 612 2357738 arkeolog-temukan-mumi-lidah-emas-dianggap-bisa-berbicara-dengan-dewa-kematian-MEXraXDPhU.jpg Ilustrasi Mumi. (Foto: Scientific Reports)

PENEMUAN menakjubkan baru saja dilakukan oleh para arkeolog. Fosil yang ditemukan oleh para arkeolog tersebut, ialah mumi berusia 2000 tahun.

Menurut laporan surat kabar Daily News Egypt, tim arkeolog Dominika dan Mesir menemukan mumi yang ada ditemukan di kuburan batu tak terawat di kuil Taposiris Magna, sebelah barat Alexandria dan merupakan contoh praktik penguburan selama periode masa Yunani-Romawi di negara tersebut.

Mengutip Ny Post, menariknya, mumi yang ditemukan para arkeolog itu memiliki lidah dari emas. Dari pernyataan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, dahulu orang Mesir kuno akan memberi mumi itu lidah emas selama ritual agar bisa membantu mumi itu berbicara dengan Osiris, dewa underworld di akhirat.

Selama penggalian, mumi dengan lidah emas ini hanyalah satu dari beberapa penemuan penting lainnya. Tim arkeolog juag menemukan dua mumi yang terbungkus karton berlapis emas dan dilapisi lapisan papirus atau linen.

Mumi Lidah Emas

Salah satu dari dua mumi itu, memiliki mahkota yang dihiasi tanduk dan kobra di dahinya. Di bagian dadanya ada hiasan berlapis emas berbentuk kalung dengan liontin kepala elang, lambang dewa Horus. Sementara mumi lainnya, dihiasi dengan dekorasi berlapis emas yang menggambarkan Dewa Osiris.

Pemimpin tim arkeolog, Kathleen Martinez dari University of Santo Domingo menyebutkan dua mumi itu jadi salah satu penemuan terpenting dalam operasi penggalian ini.

Tak berhenti sampai di situ, ada juga barang penting lainnya yang ditemukan oleh tim arkeolog baru-baru ini yaitu funeral mask atau topeng untuk pemakaman yang biasanya diperuntukkan bagi wanita. Funeral mask tersebut, dihiasi delapan serpihan emas yang melambangkan daun karangan bunga emas, dan delapan topeng marmer yang berasal dari zaman Yunani dan Romawi.

“Topeng ini memperlihatkan keahlian tinggi dalam bidang seni pahatan dan penggambaran fitur dari pemiliknya," kata Khaled Abo El Hamd, direktur jenderal The Alexandria Antiquities.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini