Terungkap, Gembira Efektif Cegah Stroke

Antara, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 481 2357893 terungkap-gembira-efektif-cegah-stroke-SRFlzbir41.jpg Terserang stroke (Foto: Lompoc Valley Medical Center)

Dokter Spesialis Syaraf Enseline Nikijuluw mengatakan, dengan membangkitkan rasa gembira dan bahagia merupakan cara efektif serta mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke.

"Mari selalu membangkitkan rasa gembira, berguna juga relaksasi pada otot dan kerja saraf tepi," kata Enseline kepada wartawan belum lama ini seperti dilansir dari Antara.

 stroke

Dokter Enseline dari Siloam Hospitals Ambon itu mengatakan, rasa senang akan memicu hormon dan neurotransmiter otak seimbang. Salah satu efeknya akan membuat kerja organ-organ tubuh lain semakin aktif dan imbang.

Menurut Dokter Enseline, terdapat mitos bahwa stroke merupakan penyakit turunan, menyerang orang tua dan tidak bisa dicegah. Padahal hampir 80 persen gejala penyakit stroke dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat dan konsisten.

Penyembuhan stroke, terang Dokter Enseline, dapat diatasi ketika timbul gejala dini dengan catatan segera diketahui dan diobati teratur jika merasakan gejala dini.

Dokter Enseline menjelaskan, cara untuk mengenali gejala stroke di antaranya sulit seseorang sulit menelan air minum, gerakan sebagian anggota tubuh makin lemah dan kadang muncul sakit kepala tak terduga.

"Oleh karena itu sangat diperlukan melakukan pola hidup sehat sekaligus mengkonsumsi asupan gizi yang seimbang. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang tidak normal pada tubuh kita agar kita dapat mengatasi penyakit dengan pengobatan yang tepat," katanya.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan stroke pada umumnya karena darah tinggi, gula darah, diabetes, kolesterol, asam urat, obesitas, kebiasaan merokok serta mengkonsumsi alkohol.

Data Penelitian Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan pada 2014 menyebutkan 21,1 persen dari seluruh penyebab kematian disebabkan oleh stroke.

Stroke juga merupakan penyebab kecacatan dan kematian tertinggi di Indonesia pada 2014. Pada 2015 stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Saat ini terdapat 17 juta kasus stroke, 6,5 juta kematian dan 26 juta penyintas.

Adapun data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pada 2009 menyebutkan 65 persen pasien stroke mengalami kecacatan dari berbagai level, seperti tidak bisa berjalan, bergerak dan gejala lain.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini