Mengenal Amphetamin, Narkoba yang Bikin Ridho Rhoma Kembali Ditangkap Polisi

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 481 2358344 mengenal-amphetamin-narkoba-yang-bikin-ridho-rhoma-kembali-ditangkap-polisi-dJ9UtbpWoU.jpg Ridho Rhoma (Foto : Dok.Okezone)

Kabar mengejutkan datang dari Ridho Rhoma. Putra Raja Dangdut Rhoma Irama tersebut kembali tertangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Padahal, Ridho Rhoma tahun lalu baru selesai menjalani rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta Timur. Kali ini, pria berusia 32 tahun tersebut diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Priok lantaran positif amphetamin. Tak hanya itu, Ridho Rhoma juga kedapatan memiliki barang bukti berupa ekstasi.

"Positif Amphetamin ya. Amphetamin itu kan ekstasi," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi awak media, Minggu (7/2/2021).

Pihak kepolisian masih menjalani pemeriksaan terhadap Ridho Rhoma. "Masih jalani (pemeriksaan) dulu," ujarnya.

Baca Juga : Kembali Tertangkap, Ridho Rhoma Positif Amphetamin

Lalu, apa sebenarnya Amphetamin yang dikonsumsi Ridho Rhoma? Melansir Medical News Today, Amphetamin merupakan zat yang berperan sebagai stimulator untuk sistem saraf pusat.

Ridho Rhoma

Dokter sering menggunakan Amphetamin untuk mengobati beberapa kondisi medis seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Hanya saja penggunaan Amphetamin memang harus dengan resep dokter karena bisa menyebabkan kecanduan.

Baca Juga : Netizen Serbu Instagram Rhoma Irama usai Ridho Rhoma Tertangkap Narkoba Lagi

Cara kerja amphetamin adalah mengaktifkan reseptor di otak dan meningkatkan aktivitas sejumlah neurotransmiter, terutama norepinefrin dan dopamin. Maka tak heran bila penggunaan obat ini dapat pula menghasilkan perasaan euforia karena dopamin dikaitkan dengan kesenangan, gerakan, dan perhatian. Efek itulah yang membuat obat ini digunakan untuk mengatasi ADHD dan depresi.

Selain itu, obat ini terbukti dapat memperbaiki perkembangan otak dan pertumbuhan saraf pada anak-anak dengan ADHD. Pengobatan dapat mencegah terjadinya perubahan fungsi dan struktur otak yang tidak diinginkan. Terlebih pada orang yang memiliki ADHD, mereka memerlukan stimulan.

Akan tetapi, amphetamin tidak dapat digunakan dalam pengobatan jangka panjang. Alasannya karena obat ini dapat memengaruhi perkembangan otak, mencegah pertumbuhan fisik, dan meningkatkan risiko penyalahgunaan obat. Banyak pula efek samping yang dapat ditimbulkan dari obat ini. Mulai dari efek pada tubuh hingga psikologis.

narkoba

Efek samping yang terjadi antara lain gangguan tekanan darah, Fenomena Raynaud atau penurunan aliran darah ke ekstremitas, disfungsi ereksi, detak jantung yang lebih cepat, sakit perut, kehilangan nafsu makan, mual, penurunan berat badan, jerawat, ruam, gatal-gatal, penglihatan kabur, mulut kering, kehilangan gigi, mimisan, hidung tersumbat, keringat berlebih, dan susah buang air kecil.

Dalam tingkat yang lebih parah, obat ini dapat meningkatkan risiko kejang, penyakit kardiovaskular seperti stroke, penurunan kemampuan kognitif, kerusakan otot, dan kekurangan gizi. Sementara itu, efek psikologis yang ditimbulkan adalah peningkatan kewaspadaan, paranoid, kecemasan , mudah tersinggung, gelisah, perubahan suasana hati, insomnia, serta gejala depresi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini