Studi Menunjukkan, Membaca Buku di Alam Terbuka Lebih Baik untuk Mata

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 612 2358526 studi-menunjukkan-membaca-buku-di-alam-terbuka-lebih-baik-untuk-mata-c2ggGxL7b4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMBACA memang bisa menjadi salah satu me time untuk melepaskan diri dari penat segala kegiatan. Biasanya, membaca kita lakukan di dalam ruangan seperti kamar tidur, perpustakaan, atau ruang baca di rumah.

Padahal, tahukah Anda dari studi penelitian baru-baru ini, ditemukan bahwa daripada membaca buku di dalam ruangan, melalukan aktivitas membaca di alam terbuka jauh lebih baik untuk mata.

Mengutip Yahoo, dari laporan Daily Mail, satu studi baru dari para peneliti di State University of New York College of Optometry mendapati bahwa membaca buku di alam terbuka meningkatkan tingkat kontras cahaya, ini berarti kita bisa melihat huruf-huruf di setiap halaman buku dengan lebih jelas.

“Dalam dunia visual kita, jumlah cahaya terus berubah. Penelitian kami menunjukkan kecerahan gambar mengubah kepekaan kita terhadap kontras terang dan gelap untuk secara efisien mengekstrak informasi dari pemandangan alam,” kata Dr. Hamed Rahimi-Nasrabadi, pemimpin studi penelitian tersebut.

baca buku

Dr. Hamed Rahimi-Nasrabadi menambahkan, dari penelitian ini tim peneliti menyimpulkan ada perasaan baik yang bisa dirasakan seseorang saat memutuskan untuk membaca buku di luar ruangan.

“Anda bisa bilang bahwa kontras visual yang terbukti secara ilmiah meningkat di luar ruangan. Maka dari itu, membaca di bawah cahaya terang bisa merangsang otak visual kita dengan lebih efektif, membuat kita bisa melihat huruf dengan lebih baik, dan membantu penglihatan kita,” tambahnya.

Sebagai bagian dari studi penelitian, tim peneliti mencoba melakukan tes pada kucing dan manusia untuk mengukur bagaimana neuron visual di kucing dan manusia bereaksi terhadap kotak gelap atau terang. Setiap subjek tes menggunakan EEG atau dikenal sebagai elektroensefalografi, yaitu bagian atas tengkorak yang menganalisis gelombang otak.

“Pergeseran kontras gelap dan terang yang berlawanan dengan intensitas cahaya dapat didemonstrasikan di neuron korteks visual, pemandangan alam, dan sepertinya diawetkan dengan baik di berbagai spesies mamalia. Temuan baru ini juga bisa dipakai meningkatkan algoritme pemrosesan gambar yang ada sekarang, dan juga untuk metrik kontras visual,” tutup Dr. Rahimi-Nasrabadi.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini