KPAI: Terdapat 6.519 Pengaduan Pelanggaran Hak Anak Selama 2020

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 612 2358682 kpai-terdapat-6-519-pengaduan-pelanggaran-hak-anak-selama-2020-q9C5E0W3GQ.jpg Pelanggaran hak anak (Foto: Pixabay)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selama 2020 menerima 6.519 pengaduan pelanggaran hak anak. Laporan paling tinggi, yaitu dari klaster keluarga, khususnya selama pandemi Covid-19.

"Klaster keluarga paling tinggi, yaitu 1.622 kasus," ujar Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati, dalam konferensi pers virtual Laporan Akhir Tahun KPAI 2020, Senin (8/2/2021).

Pengaduan soal klaster keluarga bekisar antara pengasuhan yang bermasalah dan konflik orangtua sehingga anak jadi tertekan.

 anak tertekan

Kemudian dilanjutkan dengan klaster pendidikan, sebanyak 1.567 kasus. Lalu yang berhadapan dengan hukum 1.098 kasus, pornografi dan kejahatan siber 651 kasus.

Dilanjutkan perdagangan manusia dan eksploitasi 149 kasus, bidang sosial dan anak dalam situasi darurat 128 kasus, hak sipil dan partisipasi 84 kasus, serta kesehatan dan napza 70 kasus. Sementara itu, kasus perlindungan anak lainnya sebanyak 1.011.

Menurut Rita, ada data yang sudah tidak dapat ditampung dalam klaster keluarga dan dibutuhkan pembaharuan atau jenis klaster lainnya.

Lebih lanjut, tingginya klaster kasus dalam keluarga mencerminkan kondisi kedua orangtua. Sehingga berdampak besar terhadap anak.

"Anak menjadi yang tak terpisahkan di situasi pandemi, dan merasakan dampak ekonomi, serta psikologis tentang adanya pandemi dan kondisi ini berdampak terhadap kehidupan anak," pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini