Filosofi Santap Mie dan Pantangan Makan Bihun saat Imlek

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 298 2359351 filosofi-santap-mie-dan-pantangan-makan-bihun-saat-imlek-o4luMf907t.jpg Merayakan Imlek (Foto: HB In Restrospect)

Tahun Baru Imlek memiliki nilai dan filosofi yang besar bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Banyak tradisi-tradisi unik yang telah diturunkan oleh leluhur sejak berabad-abad lamanya.

Salah satu hal menarik dari perayaan Imlek adalah makanan wajib yang harus tersedia. Selain kue keranjang, siu mie juga menjadi salah satu makanan yang tidak kalah penting dan memiliki filosofi yang sangat mendalam.

 siu mie

Dalam bahasa Indonesia, siu mi dikenal dengan mi panjang umur. Selain menjadi masakan wajib saat berulang tahun, mie ini juga menjadi makanan khas Imlek yang memiliki makna sama.

Makna yang terkandung dalam mie yaitu agar diberikan panjang umur, selalu bahagia dan banyak rezeki. Berbeda dengan hari biasanya, Siu Mie pada perayaan Imlek disajikan bersama beragam pelengkap seperti kol, sawi, jamur, udang, kerang, dan masih banyak lagi.

Siu Mie memiliki tekstur kenyal, bentuknya panjang, dan rasa yang gurih. Pada umumnya, siu mie sengaja dihidangkan tanpa putus dari ujung awal hingga ke ujung akhir. Cara makannya pun unik, mie dimakan secara utuh tanpa digigit, sebab jika terputus memiliki makna yang tidak baik.

Sebagai gantinya, selama perayaan Imlek, masyarakat dilarang untuk memakan bihun, sebab melambangkan umur pendek. Selain pendek, bihun cenderung mudah hancur. Makanya, bihun tak pernah disajikan saat Imlek maupun perayaan warga Tionghoa lainnya.

Beberapa masyarakat Tionghoa lainnya juga menganggap bahwa makanan yang mudah hancur menyimbolkan karier, bisnis, maupun keuangan yang akan cepat menghilang. Warna putih pada bihun pun menjadi alasan lainnya.

Bagi warga Tionghoa, putih diartikan tidak memiliki sifat pekerja keras, memiliki kelemahan yang menonjol dalam menjalankan kehidupan. Bihun harus diganti dengan bakmi karena lebih panjang dan melambangkan panjang umur. Selain itu bihun juga bisa diganti dengan mi soa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini