Kumquat, Jeruk Mungil Khas Imlek Kaya Manfaat Kesehatan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 04:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 481 2359438 kumquat-jeruk-mungil-khas-imlek-kaya-manfaat-kesehatan-30i4iWSVJ3.jpg Kumquat kaya nutrisi yang menyehatkan (Foto : China Highlight)

Tahun Baru Imlek tak hanya identik dengan angpao dan ornamen berwarna merah terang, tetapi juga identik dengan berbagai hidangan lezat. Salah satunya adalah kumquat. Buah ini sering digunakan warga Tionghoa sebagai hiasan atau disantap langsung.

Bagi Anda yang belum terlalu familiar dengan kumquat, sekilas tampilannya mirip seperti jeruk berukurang mungil. Warnanya oranye dan memiliki cita rasa manis yang menggugah selera.

Namun tidak banyak yang tahu bahwa ternyata, kumquat ternyata memiliki nutrisi dan vitamin yang baik untuk kesehatan. Jeruk kecil seukuran buah anggur besar ini mengandung vitamin C dan E. Hal tersebut menjadikannya camilan yang sehat, terutama di musim dingin seperti saat ini.

Kumquat

Ringo Chan Wing-hung, Eksekutif Chef dari Hotel Four Seasons Hong Kong mengatakan, kelebihan kumquat terletak pada cita rasa dan teksturnya yang unik. Sangat berbeda dengan jeruk.

“Ini berbeda dari kumquat lokal (di Hong Kong) rasanya lebih manis dan kulitnya lebih lembut. Tidak ada rasa pahit, bahkan dua jam setelah menyantapnya, masih tersisa rasa di mulut,” ujar Ringo.

Baca Juga : 5 Makanan Khas Imlek dan Makna Filosofinya

Baca Juga : Filosofi Santap Mie dan Pantangan Makan Bihun saat Imlek

Meski buah ini identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek, tidak banyak yang mengetahui bahwa Jepang ternyata menjadi salah satu produsen terbesar buah ini lho. Melansir SCMP, Rabu (10/2/2021), 70 puluh persen produksi kumquat Jepang berasal dari prefektur Miyazaki.

Kumquat

Kumquat yang ditanam di sana juga lebih besar dari ukuran rata-rata. Ini berkat iklimnya yang hangat karena ditanam di rumah kaca. Para petani lokal biasanya menghabiskan waktu selama kurang lebih 210 hari sebelum memanen buah tersebut.

Naohiko Fukada, selaku staf di Departemen Agrikultur dan Perikanan Miyazaki mengatakan ada berbagai cara untuk menikmati kumquat. Mulai dari mengolahnya menjadi minuman segar hingga makanan penutup.

Namun bagi Fukada, ia lebih senang mengonsumsi kumquat dengan cara klasik yakni, mengirisnya sebagai topping salad, atau mencampurkannya dengan susu kedelai. Kombinasi tersebut diklaim membuat tubuh lebih cepat menyerap vitamin C.

Fukada juga kerap mencampurkan irisan kumquat ke dalam air seduhan yang berisi teh hitam, jahe, dan sedikit sugar atau madu. Minuman ini pas untuk dinikmati saat musim dingin.

“Anda bisa mengonsumsi kumquat 10 butir setiap hari. Tapi saya lebih suka menyantap lima butir setiap pagi,” ujarnya.

Praktisi pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) yang berbasis di Hong Kong, Cecillia Cheung Po-wan menganjurkan untuk mengonsumsi kumquat sebanyak lima sampai enam butir setiap hari.

Kumquat

“Buah ini membantu kinerja sistem pernapasan dan menyehatkan kulit. Selain itu, dalam pengobatan Tiongkok, makanan yang kami anggap asam seperti kumquat baik untuk batuk, hidung tersumbat, atau ketika tenggorokkan Anda berdahak. Kandungan citrus yang terkandung di dalamnya bertindak seperti astringent untuk meredakan peradangan,” kata Cheung.

“Cara terbaik untuk mengonsumsi kumquat (untuk meredakan peradangan) adalah mencampurkannya dengan madu dengan air panas,” imbuhnya.

Cheung menambahkan kumquat juga kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan. “Di TCM kami menganggapnya sebagai makanan yang ‘menghangatkan’, jadi bisa membantu pencernaan. Anda tentu tidak ingin makan terlalu banyak makanan ‘dingin’, karena itu akan memperlambat sirkulasi darah,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini