Peneliti Sebut Lampu Jalan di Depan Rumah Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Tiroid

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 612 2359374 peneliti-sebut-lampu-jalan-di-depan-rumah-bisa-tingkatkan-risiko-kanker-tiroid-xvZY34CMeY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LAMPU jalan memang biasa dipasang di jalan-jalan umum, baik di jalan besar maupun jalan kecil. Bahkan, lampu jalan pun banyak dipasang di depan rumah.

Tapi, sebuah studi penelitian yang dipublikasikan dalam American Cancer Society journal, menyebut bahwa sumber cahaya artifisial (buatan) seperti lampu-lampu di jalan dapat meningkatkan risiko kanker tiroid hingga 55% bagi penduduk sekitar area.

Selain kanker tiroid, kanker payudara juga menjadi fokus dalam penelitian. Pasalnya, kanker tiroid mempunyai daya dorongan hormonal yang sama dengan kanker payudara, dalam keadaan pencahayaan buatan yang sama.

Meneliti hubungan antara lampu jalan dengan kanker tiroid tersebut, Dr. Qian Xiao dan timnya diketahui menggunakan data yang disediakan oleh the National Institutes of Health and the American Association of Retired Persons (AARP).

tiroid

Dari sekira 463.371 orang dewasa yang menjadi partisipan, mereka menjalani 13 tahun program diet dan survei kesehatan yang mencatat tempat tinggal masing-masing orang serta catatan dari waktu ke waktu apakah orang-orang ini terkena kanker atau tidak.

Biodata ini telah mengalami referensi silang dengan citra satelit, untuk menilai tingkat cahaya malam hari di sekitar rumah dan komunitas individu tersebut. Dari sini kemudian para peneliti menenmukan sebnayak 856 kasus kanker tiroid, 384 pada pria dan 472 pada perempuan di antara para responden survei.

Dengan membagi kelompok responden survei menjadi 5 subkelompok berdasarkan tingkat pencahayaan rumah mereka masing-masing. Para ilmuwan menemukan bahwa kelompok tertinggi, terhubung dengan lonjakan 55% pada kanker tiroid papiler, jenis kanker tiroid yang paling umum.

Sementara diagnosis kanker lebih umum pada wanita, para peneliti juga menemukan bahwa kanker mereka lebih kecil kemungkinannya untuk menyebar dibandingkan dengan pria, yang disebutkan lebih berpeluang terkena kanker tiroid metastatik lanjut.

Dr. Xiao dan para peneliti lain menilai bahwa kemungkinan ada peran melatonin, hormon yang mendukung tidur yang sehat. Cahaya di malam hari diketahui dapat menghambat aktivasi melatonin pada malam hari.

Pada saat yang sama, hormon tidur juga merupakan modulator estrogen, hormon reproduksi wanita yang mungkin sangat penting dalam mencegah pertumbuhan tumor. Selain itu, gangguan dalam ritme sirkadian dapat menjadi faktor risiko untuk jenis kanker lainnya.

Meski demikian, Dr. Xiao mengungkapkan studi observasional ini tidak semerta-merta dapat menyimpulkan bahwa cahaya malam menyebabkan kanker. Tapi, dari temuan ini bisa mendorong atau jadi pemicu munculnya penelitian tambahan serupa.

“Kami berharap penelitian kami akan memotivasi para peneliti untuk meneliti lebih lanjut hubungan antara cahaya di malam hari dan kanker, dan penyakit lainnya. Kami percaya penelitian di masa depan harus mengevaluasi, sejauh mana upaya tersebut berdampak pada kesehatan manusia,” kata Dr. Xiao.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini