Chef Juna Sempat Covid-19, Ini Rentetan Gejalanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 481 2359581 chef-juna-sempat-covid-19-ini-rentetan-gejalanya-XC1tsxlzge.jpg Chef Juna (Foto : YouTube/Merry Riana)

Chef Juna sempat positif Covid-19. Penyakit tersebut sampai membuatnya 'drop' dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ada gejala khas yang dirasakan Chef Juna saat Covid-19 menyerang tubuhnya. Punya riwayat penyakit 'step throat', membuat bagian lehernya sangat rentan dan area itu juga yang diserang pertama kali.

"Jadi, 2005 waktu di Amerika dulu, saya pernah kena strep throat yang parah. Lalu sembuh. Semenjak itu, setiap kali imunitas turun atau sakit, yang kena leher duluan," katanya saat bercerita di youtube Merry Riana, belum lama ini.

Chef Juna

Secara detail, Chef Juna menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya menurun itu pada 11 Januari 2021, setelah dirinya pulang dari Bali bersama pacarnya pada 9 Januari. Ya, selang 2 hari usai dari Bali, Chef Juna merasa badannya enggak beres.

Baca Juga : Chef Juna Kesal Tak Bisa Rayakan Ultah Kekasih karena Covid-19

Selain sakit di leher, rekanan Chef Arnold itu mengalami demam tinggi tidak turun selama lebih dari dua hari. Merasa ada yang ganjil, dia pun melakukan tes PCR dan hasilnya positif Covid-19.

"Pas demam tinggi, keringetan juga. Ini udah enggak bener nih. Akhirnya PCR. Beruntung juga, dari sembilan kali PCR, akhirnya dapat juga positif," cerita Chef Juna.

Chef Juna

Baca Juga : Positif COVID-19, Chef Juna Tak Bisa Ikut Rayakan Ulang Tahun Kekasih

Setelah dinyatakan positif, Chef Juna langsung dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) pada malam harinya untuk melakukan CT-Scan paru dan tes darah. Di momen ini juga dia mulai tak bisa mencium bau dan merasakan makanan.

"Bener kata orang, rasa hilang. Awalnya yang kerasa asin doang, makanan yang saya rasa garam doang. Lama kelamaan enggak ada rasa. Penciuman juga hilang," keluhnya.

Hasil CT-Scan keluar. Diagnosis pneumonia moderate pun dia harus terima. "Pas hasilnya keluar bete, saya bisa lihat virusnya, putih-putihnya di paru," kelakarnya.

Karena gejala-gejala tersebut, Chef Juna minta dirawat, tapi ruang perawatan penuh. Alhasil dia menjalani isolasi mandiri di rumah.

Dia bercerita bahwa saat isolasi mandiri di rumah, tak menjumpai anggota rumah sama sekali karena dia tinggal di lantai atas. Hal ini tepat karena memang saat masih positif, diharapkan pasien tidak bertemu dengan orang lain karena sangat berisiko menularkan penyakit.

Chef Juna

Sehari isolasi mandiri, Chef Juna akhirnya dapat ruang perawatan di Kiara RSCM, Jakarta. Uniknya, saat mau ke RSCM, dia merasa jauh lebih baik.

Ya, gejalanya hilang, sisa pusing saja. "Lucunya, pas di Kiara RSCM, gejala tinggal pusingnya saja," cerita Chef Juna.

Chef Juna dirawat di RSCM selama 7 hari. Kini dia sudah dinyatakan negatif Covid-19 meski hasil CT virusnya sempat di level 20. Semabgat terus, Chef Juna!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini