Kemenkes Fokus Tracing dan Testing untuk Atasi Pandemi Covid

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 481 2359740 kemenkes-fokus-tracing-dan-testing-untuk-atasi-pandemi-covid-TktslsTaDd.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto: Setpress)

Sebagai salah satu strategi untuk mengendalikan dan menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tahun 2021 ini memutuskan untuk lebih fokus untuk tracing dan testing alias melacak dan memeriksa masyarakat Indonesia.

 

Menkes Budi Gunadi mengungkapkan, tahun ini tracing dan testing akan secara agresif dilakukan. Salah satunya dengan cara menaikkan rencana anggaran untuk diagnostik dan vaksin yang jumlahnya lebih besar daripada anggaran terapeutik.

 Rapid untuk tracing dan testing

“Anggaran terapeutik itu untuk menangani yang sakit, sekitar Rp61 triliun. Anggaran diagnostik dan vaksin, adalah anggaran untuk menangani orang yang masih sehat, atau preventif, itu sekitar Rp71 triliun,” kata Menkes Budi dalam gelaran Rapat Kerja bersama Komisi IX kemarin.

Peningkatan anggaran untuk melakukan testing, dituturkan Menkes Budi, dengan landasan masukan dari para epidemiolog. Bahwa testing idealnya dilakukan hingga 30 orang kontak erat, untuk hitungan per satu kasus positif Covid-19.

“Angka testing ini dilandaskan pada masukan dari para epidemiolog, bahwa testing itu sebaiknya dilakukan 15 kontak erat sampai 30 per kasus aktif dan bisa dikejar dalam tempo 72 jam. Tujuannya agar bisa mengidentifikasi siapa saja yang tertular dan bisa mengisolasi mereka untuk menekan laju penularan,” imbuhnya.

Menkes Budi menjelaskan, pihaknya siap melacak siapa saja orang-orang yang sudah tertular lewat tracing dan testing yang agresif dinilai sebagai komponen utama dari strategi penanganan pandemi Covid-19 yang tepat.

“Masukan dari para epidemiolog secara konsisten ke Kemenkes, cuma satu yakni mengurangi laju penularan. Salah satu komponen dari strategi ini adalah mengidentifikasi secepatnya, isolasi secepat-cepatnya, melihat siapa saja yang tertular dari yang sudah positif ini secepat-cepatnya. Oleh karena itu, makanya kami secara agresif melakukan testing ini,” pungkas Menkes Budi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini