Melacak Covid-19, Kemenkes Gandeng Babinsa dan Babinkamtibmas

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 481 2359850 melacak-covid-19-kemenkes-gandeng-babinsa-dan-babinkamtibmas-63a9zG8lT9.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Today Show)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin alias Menkes Budi Gunadi menyampaikan, tahun 2021 ini pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan akan fokus pada melacak dan mengetes alias tracing dan testing Covid-19.

Tracing dan testing akan digelar secara agresif agar bisa melacak masyarakat yang sudah terinfeksi Covid-19. Hal ini diungkapkan Menkes Budi sebagai salah satu komponen dalam strategi utama penanganan Covid-19 di Tanah Air.

 melacak penderita Covid-19

Kenyataannya selama ini, proses melacak atau tracing untuk masyarakat memang belum optimal karena dari segi jumlah, Indonesia sangat kekurangan petugas tracer professional.

Menkes Budi menyebutkan, Indonesia saat ini hanya memiliki kurang lebih 5.000 orang tracer, sementara idealnya, dibutuhkan sekitar kurang lebih 80.000 orang tracer.

“Untuk tracing aturan dari WHO adalah kita mesti punya 30 tracer dengan hitungan per 100 ribu penduduk. Jadi kalau rakyat Indonesia, 269 juta orang maka hitung-hitungannya kita butuh sekitar 80 ribu tracer. Sekarang kita punya 5 ribu tracer, setelah sekian lama mencoba merekrut,” papar Menkes Budi dalam gelaran Rapat Kerja bersama Komisi IX, Selasa 9 Februari 2021.

Sebagai solusi atas permasalahan defisit jumlah tracer ini, Menkes Budi menuturkan Kemenkes akan menggaet Babinsa dan Babinkamtibmas agar bisa melakukan perekrutan tenaga tracer dengan cepat. Mengingat, Babinsa dan Babinkamtibmas memiliki sekitar 80 ribu anggota yang tersebar di banyak desa di Indonesia.

“Ini mesti dilakukan cepat, kita cara cari yang paling cepat untuk bisa merekrut orang-orang yang sudah mengenal daerahnya, kalau bisa sudah di sana dan kita bisa suruh cepat, disiplin dan dia jalan. Kita kontak dengan Babinsa dan Babinkamtibmas, karena mereka masing-masing punya sekitar 60 hingga 80 ribu anggota hampir di seluruh desa,” tutur Menkes Budi, dikutip dari akun channel Youtube resmi DPR RI, Rabu (10/2/2021).

Nantinya, para anggota Babinsa dan Babinkamtibmas tersebut akan dilatih oleh puskesmas setempat agar bisa melakukan tracing pada masyarakat.

“Mulai Rabu 10 Februari mereka akan dilatih oleh puskesmas, puskesmas tetap sebagai pemegang komando surveillance kesehatannya. Ada petugas di sana untuk koordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas ini agar mereka diajari untuk bagaimana melakukan tracing, bagaimana pas ada kontak erat,” lanjutnya.

Dalam bertugas sebagai tracer, puluhan ribu anggota Babinsa dan Babinkamtibmas akan diberi target waktu alias deadline untuk bisa mengumpulkan orang-orang yang diketahui ada kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita kasih target ke mereka, gimana bisa enggak sampai 30 orang di waktu 2 minggu sebelum teridentifikasi dalam waktu 72 jam di-trace,” tutup Menkes Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini