Ini 7 Masalah Kesehatan Akibat Obesitas, Yuk Segera Dihindari

Kezia Putri Sagita, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 22:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 481 2359998 ini-7-masalah-kesehatan-akibat-obesitas-yuk-segera-dihindari-1WXlv0Djrb.jpg Ilustrasi obesitas atau kelebihan berat badan. (Foto: Shutterstock)

OOBESITAS atau kegemukan merupakan gangguan kesehatan yang melibatkan lemak tubuh berlebihan. Kondisi ini bisa meningkatkan masalah kesehatan yang sangat serius. Obesitas terjadi karena memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi.

Obesitas juga cenderung menyebabkan seseorang mengidap penyakit jantung dan stroke, tekanan darah tinggi, diabetes, serta masalah kesehatan lainnya. Risikonya akan meningkat jika salah satu keluarga memiliki riwayat tersebut.

Baca juga: Anak Anda Mulai Membulat? Ini 5 Tips Jaga Berat Badannya 

Ini masalah yang sangat umum terjadi. Obesitas bisa diatasi dengan perubahan pola hidup terkait makan dan olahraga.

Sebagaimana dilansir WebMD, berikut ini beberapa kondisi masalah kesehatan lainnya akibat obesitas atau kelebihan berat badan.

1. Penyakit jantung dan stroke

Berat badan yang berlebih membuat seseorang lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Kedua kondisi tersebut memicu terjadinya penyakit jantung atau stroke. Penderita bisa menurunkan berat badan untuk mengurangi risiko tersebut, tentunya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter.

Ilustrasi sakit jantung.

2. Diabetes tipe 2

Penderita diabetes dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 dengan menurunkan berat badan, makan makanan seimbang, cukup tidur, dan lebih banyak olahraga. Menurunkan berat badan dan menjadi lebih aktif secara fisik dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Baca juga: 5 Faktor Penyebab Obesitas, Salah Satunya Stres 

3. Kanker

Sakit kanker usus besar, payudara (setelah menopause), endometrium (selaput rahim), ginjal, dan kerongkongan telah dikaitkan dengan obesitas. Beberapa penelitian juga menemukan hubungan antara obesitas dan kanker kandung empedu, ovarium, dan pankreas.

4. Penyakit kantung empedu

Penyakit kandung empedu dan batu empedu lebih sering terjadi jika seseorang kelebihan berat badan. Tetapi, penurunan berat badan dalam jumlah besar juga dapat membuat seseorang lebih mungkin terkena batu empedu. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter terkait penurunan badan sesuai porsinya.

5. Osteoartritis

Osteoartritis adalah kondisi nyeri sendi umum yang paling sering menyerang lutut, pinggul, atau punggung. Kondisi tubuh yang kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada sendi dan mengikis tulang rawan (jaringan yang melindungi sendi) yang biasanya melindungi mereka.

Baca juga: Kabar Baik, Ajak Anak Gowes Turunkan Risiko Obesitas saat Pandemi 

6. Encok

Ini juga menyerang persendian encok terjadi ketika seseorang memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat ekstra dapat membentuk kristal yang mengendap di persendian. Jika memiliki riwayat asam urat, tanyakan kepada dokter cara terbaik menurunkan berat badan.

7. Apnea tidur

Apnea tidur adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mendengkur keras dan berhenti bernapas sebentar saat tidur. Apnea tidur dapat menyebabkan kantuk di siang hari yang memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini