Viral Aisha Weddings Promosikan Pernikahan Anak, Menteri Bintang Kesal

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 612 2359947 viral-aisha-weddings-promosikan-pernikahan-anak-menteri-bintang-kesal-VaJ8nkdlRl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEDIA sosial hari ini dikejutkan dengan viralnya sebaran iklan promosi dari Aisha Wedding. Pasalnya, Wedding Organizer ini mengampanyekan pernikahan dini dimulai di usia anak 12 tahun hingga 21 tahun.

Hal ini tentu sangat kontras dengan kampanye giat dan intensif pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk pencegahan pernikahan anak, sampai ke tingkat desa-desa di Indonesia. Mengingat perkawinan anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran dari hak anak.

Menyikapi viralnya promosi pernikahan anak yang dilakukan Aisha Weddings tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengaku geram atas munculnya gerakan ini.

Nikah Muda

Menurutnya, tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat luas juga resah karena itu telah mempengaruhi pola pikir anak muda bahwa menikah itu mudah.

"Padahal pernikahan di Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 tahun 2019 yang menyebutkan Perkawinan diizinkan apabila perempuan dan laki-laki sudah berumur 19 tahun,” ujar Menteri Bintang Puspayoga, dalam siaran pers yang diterima Okezone.

Kegiatan promosi wedding organizer tersebut, dinilai sudah melanggar dan mengabaikan pemerintah dalam melindungi dan mencegah anak menjadi korban kekerasan, dan eksploitasi seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 17 tahun 2016.

Sebagai langkah konkret upaya mengatasi isu ini, Menteri Bintang mengungkapkan pihaknya akan mendalami kasus tersebut dan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menggelar penyelidikan lebih lanjut.

“Kami akan mempelajari kasus ini dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, beberapa Kementerian, Lembaga dan NGO. Saya juga berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo dan Kapolri agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Bukan hanya soal mempromosikan pernikahan anak yang tak seharusnya, Menteri Bintang mengaku ia cemas kumpulan data anak dan remaja yang dihimpun situs wedding organizer tersebut bisa disalahgunakan untuk perdagangan anak.

“KemenPPPA khawatir, data pribadi anak-anak dan remaja yang tertarik dengan situs itu justru disalahgunakan dan mereka jaadi target tindakan pelanggaran hukum lainnya, contohnya ekspolitasi seksual ekonomi pada anak, hingga perdagangan anak," kata dia.

"Itu sebabnya kami akan melibatkan pihak aparat hukum agar anak-anak tidak menjadi korban. Kami mengajak semua pihak untuk lebih intensif mencegah perkawinan anak agar semua anak Indonesia terlindungi,” pungkas Menteri Bintang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini