CDC Sebut Penerima Vaksin Lengkap Tidak Perlu Karantina jika Terpapar Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 481 2360491 cdc-sebut-penerima-vaksin-lengkap-tidak-perlu-karantina-jika-terpapar-covid-19-kVEhGh5GbC.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: 8photo/Freepik)

CENTERS for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat baru saja mengeluarkan pedoman terbaru untuk orang-orang yang sudah mendapat vaksin covid-19 secara lengkap.

Sebagaimana dilaporkan NBC News, Kamis (11/2/2021), dalam situs resminya CDC menyebutkan orang-orang yang telah menjalani vaksinasi secara lengkap tidak butuh karantina jika suatu hari terpapar covid-19.

Baca juga: Crazy Rich PIK Sudah Divaksin, Netizen Tantang Ikut Tangani Pasien Covid-19 

Selain untuk mereka yang sakit, karantina biasanya direkomendasikan bagi orang sehat, namun terpapar virus corona. Selama karantina, mereka harus mengisolasi diri dari orang lain selama satu hingga dua pekan untuk melihat apakah mengalami gejala covid-19. Dengan mengisolasi diri dari orang lain, karantina jadi salah satu cara menekan laju penularan virus corona.

Dalam perkembangan terbarunya, CDC kini menyebutkan karantina tidak dibutuhkan untuk orang-orang yang sudah lengkap divaksinasi covid-19, dengan catatan waktu dalam tiga bulan setelah disuntik dosis terakhir dan selama tidak menunjukkan gejala covid-19 apa pun.

Ilustrasi vaksin covid-19.

Sebagaimana diketahui, vaksinasi penuh artinya sudah setidaknya dua pekan berlalu sejak orang itu disuntikkan dosis kedua dari vaksin dua dosis atau satu dosis vaksin tunggal.

Namun untuk orang yang sudah mendapat vaksinasi covid-19 secara lengkap ini, CDC juga merekomendasikan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menghindari berada di rungan yang ventilasinya buruk.

Baca juga: Mengenal TB Usus, Sakit yang Diderita Ustadz Maaher Sebelum Meninggal 

Di sisi lain, pedoman baru CDC ini juga menyebutkan masih belum pasti apakah orang yang sudah divaksin lengkap masih bisa atau tidak menyebarkan virus corona kepada orang lain.

CDC menegaskan, vaksinasi sendiri telah dibuktikan bisa mencegah gejala covid-19, penularan gejala dan pragejala yang mana ini dianggap memiliki peran yang lebih besar dalam penularan daripada penularan murni tanpa gejala.

Merespons pedoman baru yang diterbitkan CDC tersebut, dr Peter Hotez selaku co-director Center for Vaccine Development di Children's Hospital Texas menyebutkan bahwa pedoman ini adalah sesuatu yang masuk akal. Meski ia pribadi penasaran, apa bukti yang digunakan oleh CDC untuk mengeluarkan pedoman tersebut.

Baca juga: WHO: Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca Kemungkinan Pertengahan Februari 

Sementara Saskia Popescu selaku epidemiolog dan ahli pencegahan infeksi di George Mason University di Virginia menilai dengan terbitnya pedoman baru ini memperlihatkan adanya kepercayaan diri dan keyakinan besar akan proteksi yang bisa diberikan oleh vaksin covid-19.

"Ada keyakinan dalam perlindungan selama 90 hari setelah vaksinasi yang serupa dengan kekebalan yang kuat setelah infeksi. Panduan ini kemungkinan besar akan berkembang saat kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kekebalan yang diturunkan dari vaksin, terutama bagi orang-orang yang berada di luar periode tiga bulan pasca-vaksinasi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini