Efek Samping Covid-19 Ternyata Bisa Turunkan Jumlah Sperma

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 612 2360299 efek-samping-covid-19-ternyata-bisa-turunkan-jumlah-sperma-00wiY9VT84.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

EFEK samping virus Covid-19 memang belum sepenuhnya diketahui. Bahkan bagi mereka yang sudah sembuh dikatakan masih berpotensi mengalami gejala yang disebut dengan long covid.

Nah, baru-baru ini penelitian yang dilakukan para peneliti di University of Florence, Italia menemukan bahwa Covid-19 ternyata berdampak pada sistem reproduksi pria. Virus tersebut dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma.

Mereka menganalisis sampel air mani dari 43 pria berusia 30 hingga 65 tahun yang telah pulih dari Covid-19. Penelitian dilakukan sekitar satu bulan.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa 25 persen pria memiliki jumlah sperma yang rendah, dan hampir 20 persen memiliki azoospermia atau sama sekali tidak ada sperma dalam air mani. Itu jelas jauh lebih tinggi daripada prevalensi azoospermia pada populasi umum di seluruh dunia, yaitu sekitar 1 persen seperti dalam catatan Johns Hopkins School of Medicine.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction pada 1 Februari ini, peserta dengan infeksi Covid-19 serius yakni yang dirawat di rumah sakit atau dirawat di unit perawatan intensif (ICU), lebih mungkin mengalami azoospermia setelah infeksi, dibandingkan dengan mereka yang menghadapi infeksi yang tidak terlalu serius.

Kendati demikian, para peneliti menekankan bahwa studi mereka tidak membuktikan bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, membahayakan sperma. Para peneliti tidak tahu berapa jumlah sperma pria sebelum infeksi, sehingga penulis tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah jumlah tersebut menurun setelah infeksi.

Akan tetapi semua pria dengan azoospermia sebelumnya memiliki anak, yang berarti mereka memiliki setidaknya beberapa sperma yang layak di masa lalu. Selain itu, para peneliti menyebut ada kemungkinan beberapa obat yang diberikan untuk mengobati Covid-19, seperti antivirus, antibiotik, dan kortikosteroid, dapat memengaruhi jumlah sperma.

"Semakin sakit Anda, semakin besar efeknya," kata Dr. Ajay Nangia, profesor dan wakil ketua urologi di University of Kansas Medical Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Live Science.

Direktur Fertility & Microsurgery Pria di Lenox Hill Hospital, New York City Dr. Boback Berookhim setuju ini mungkin bukan fenomena Covid spesifik dan kemungkinan besar! disebabkan oleh pasien yang memiliki penyakit yang lebih parah dan membutuhkan perawatan intensif.

Nangia menambahkan, pria-pria ini perlu diikuti minimal 90 hari setelah sakit untuk melihat apakah efeknya tahan lama, karena sperma membutuhkan waktu beberapa bulan untuk matang sepenuhnya. "Anda harus mengulang penelitian pada orang-orang ini pada tanda 90 hari, untuk mengetahui apakah efeknya berkepanjangan," katanya.

Nangia mengatakan bahwa berdasarkan studi saat ini dan penelitian sebelumnya, tampaknya ada efek sementara penyakit pada testis dan sperma. "Dalam jangka pendek, ini terlihat nyata," sebut pria yang juga seorang ahli urologi di Sistem Kesehatan Universitas Kansas itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini