Operasi Plastik Meningkat Selama Pandemi, Alasannya Mengejutkan

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 04:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 611 2361089 operasi-plastik-meningkat-selama-pandemi-alasannya-mengejutkan-x4D91MvDkv.jpg Melakukan operasi plastik agar lebih cantik (Foto: Oddity)

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 memang mengubah banyak hal. Terutama hal-hal dalam kehidupan manusia, aktivitas hingga kebiasaan sehari-hari.

Tak hanya itu, pandemi virus corona nyatanya juga telah memberikan dampak bagi industri kecantikan, khususnya tindakan operasi plastik.

 operasi plastik

Tahukah Anda, berdasarkan survei American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery (AAFPRS) tahun 2020, sebanyak 70 persen responden anggota AAFPRS melaporkan adanya peningkatan pemesanan dan perawatan selama tahun 2020, dengan sembilan dari 10 ahli bedah plastik wajah mengklaim adanya peningkatan lebih dari 10 persen, seperti dikutip Allure, Jumat (12/2/2021).

Meningkatnya permintaan akan operasi plastik tersebut, melibatkan prosedur bedah mulai dari rhinoplasty, face-lift, eye-lift, dan neck-lift disebutkan jadi prosedur yang menunjukkan peningkatan yang paling menonjol.

Secara data statistik, disebutkan lebih lanjut ada 96 persen dari anggota AAFPRS yang disurvei mengatakan bahwa tidak harus pergi ke kantor selama masa pemulihan pasca-operasi plastik, jadi faktor yang signifikan alasan banyak orang menjalani operasi plastik wajah selama masa pandemi ini.

“Sekarang tidak ada lagi keraguan soal proses pemulihan pasca-operasi karena sebagian besar pasien bekerja dari rumah dan masih dapat melakukan pekerjaan penuh waktu mereka,” ujar Dokter David Shafer, Ahli Bedah Plastik bersertifikat di New York. Wah, sungguh alasan yang mengejutkan ya?

Dokter David menambahkan, karena lebih fleksibel di masa pemulihan usai menjalani operasi. Akhirnya, banyak orang semakin yakin untuk melakoni prosedur bedah yang lebih invasif.

“Maka dari itu, banyak pasien yang datang untuk menjalani prosedur yang lebih invasif, yang mana selama sementara waktu ini sudah mereka tunda. Contohnya, pengencangan pipi, pembesaran dagu, dan sedot lemak di bagian wajah,” tambah dokter David Shafer.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini