Jangan Potong Pucuk Nasi Tumpeng saat Syukuran, Ini Alasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 298 2361321 jangan-potong-pucuk-nasi-tumpeng-saat-syukuran-ini-alasannya-0HGURH2HcS.jpg Nasi tumpeng (Foto : Shutterstock)

Nasi tumpeng identik dengan sejumlah perayaan. Baik syukuran, upacara keagamaan, maupun acara tradisional. Ternyata bukan hanya bentuknya saja yang disusun dengan komponen yang menarik. Nasi tumpeng ternyata memiliki filosofi tersendiri.

Ketua Umum Indonesian Gastronomy Community (IGC), Ria Musiawan mengatakan tumpeng memiliki banyak arti. Bukan hanya bentuk nasinya, melainkan dari berbagai lauk tersedia di dalamnya,salah satunya adalah daging.

Nasi Tumpeng

“Contoh saja ayam yang mewakili hewan yang hidup di darat, dan ada ikan mewakili hewan yang hidup di air. Setiap lauk tumpeng ini mewakili makna dari setiap elemen yang ada,” terang Ria, dalam talk show ‘Arti dan Filosofi dari Berbagai Makanan di Hari Raya Imlek’, baru-baru ini.

Baca Juga : Kaesang Ngetwit soal Tumpeng Helo Kiti, Ini Asal Usul Nasi Tumpeng

Ria melanjutkan bahwa saat ini banyak kesalahpahaman yang dikakukan seseorang mengenai nasi tumpeng. Biasanya masyarakat kerap memotong pucuk tumpeng sebagai simbolis. Namun sebenarnya kebiasaan ini mematahkan makna yang ada pada nasi tumpeng itu sendiri.

“Sebenarnya ini salah, justru tumpeng ini mewakili dari semua doa dan harapan yang diminta. Kalau pucuk tumpeng dipotong, tandanya seperti memotong doa dan harapan yang diminta. Jadi cara makannya itu dikeruk saja dengan sendok dan jangan dipotong,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini