Menjajal Nasi Sodu, Kuliner Tradisional Khas Situbondo yang Kembali Digemari

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 298 2361582 menjajal-nasi-sodu-kuliner-tradisional-khas-situbondo-yang-kembali-digemari-ucLn1MbdsR.jpg Nasi sodu kuliner tradisional khas Situbondo yang kembali digemari masyarakat. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

BERLIBUR ke Kabupaten Situbondo di Jawa Timur jangan lupa bila menikmati kuliner nasi sodu. Ya, nasi sodu merupakan kuliner tradisional khas Situbondo yang kembali naik daun.

Salah lokasi kuliner yang menyajikan nasi sodu yakni di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Di sini ada beberapa warung yang menyajikan nasi sodu, salah satunya Pondok Dapur Sodu yang terdapat di Desa Perante, Kecamatan Asembagus.

Baca juga: Pencinta Kuliner Jawa Tengah, Masak Garang Asem, Yuk! 

Pengelola Pondok Dapur Sodu Agus Ariyanto mengatakan sajian nasi sodu khas Situbondo ini biasanya disajikan dengan daun pisang, kemudian dilipat. Hal itu pula yang akhirnya dinamakan nasi sodu. Sodu sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti daun pisang yang dilipat.

Namun kini seiring perkembangan zaman, beberapa pembuat nasi sodu memodifikasi kuliner ini dengan menempatkannya di piring, tapi tidak menghilangkan daun pisang yang dilipat dan menjadi ciri khas penganan ini.

"Nasi sodu jadi salah satu kuliner khas Situbondo yang mempunyai keunikan dan keistimewaan dalam bidang kuliner, dan pada akhirnya akan menjadi destinasi wisata kuliner. Nama sodu ini berasal dari bahasa Madura," ucap Agus.

Nasi sodu khas Situbondo. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Ia menyatakan tetap mempertahankan bahan-bahan dan olahan tradisional nasi sodu yang diwariskan nenek moyangnya. Nasi sodu disajikan dengan bahan-bahan labu kuning, ikan tongkol, hingga sambal toge.

"Nasi sodu yang disajikan berupa campuran nasi putih, sayur labu kuning, ikan tongkol, kuah santan, dan sambal cengi (toge), hingga saat ini tetap dipertahankan dan dilestarikan, dibungkus dengan daun pisang dilipat. Itu yang membuatnya dinamakan sodu," tutur Agus.

Baca juga: Tak Perpanjang Masalah, Dewi Perssik Damai dengan Dokter Richard Lee

Dirinya mengaku sudah sejak 2011 kembali melestarikan dan mengenalkan kuliner nasi sodu khas Situbondo. Berawal dari pameran produk unggulan di Alun-Alun Situbondo yang bekerja sama dengan komunitas Beauty of Situbondo (BOS), kemudian ia akhirnya membuka usaha di Pujasera Situbondo.

"Ternyata nasi sodu menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Terbukti nasi sodu dengan rasa khas sangat digemari para wisatawan lokal maupun luar daerah yang berkunjung ke Situbondo," kata Agus.

Pihaknya bertekad mempertahankan suguhan nasi sodu di Pondok Dapur Sodu miliknya yang menjadi kearifan lokal bernilai tinggi warga Situbondo.

"Kami bersama keluarga mempertahankan nasi sodu sebagai destinasi wisata kuliner Kabupaten Situbondo dengan konsep makan nasi sodu. Bayar seikhlasnya di Pondok Dapur Sodu. Namun di masa pandemi saat ini omzet penjualan kami menurun drastis. Tadinya bisa 10 kilogram beras sehari, saat ini hanya 3 kilogram beras sehari," ungkap Agus.

Baca juga: Penderita Vertigo, Ini 6 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari 

Sementara itu penikmat nasi sodu Sarwo Edi mengatakan rasa nasi sodu ini memang cukup khas dan gurih. Wangi dari daun pisang yang dijadikan lipatan pembungkus nasi juga memberikan aroma khas tersendiri.

"Rasanya itu khas gurih pedas, belum lagi bau dari daun pisangnya yang khas. Ini memang kuliner tradisional khas Situbondo," tukasnya.

Nasi sodu khas Situbondo. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini