Kak Seto Sakit Kanker Prostat, Kenali Penyakit yang Diidapnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 481 2361486 kak-seto-sakit-kanker-prostat-kenali-penyakit-yang-diidapnya-YhMJoDg7lC.jpg Kak Seto (Foto : Instagram/@kaksetosahabatanak)

Kabar tak mengenakan datang dari Seto Mulyadi. Psikolog yang biasa disapa Kak Seto tersebut mengidap kanker prostat.

Kabar tersebut disampaikan oleh Kak Seto lewat unggahan foto di Instagram. Dari unggahan tersebut, Kak Seto sempat menjalani beberapa kali pemeriksaan sebelum akhirnya didiagnosa kanker prostat.

Kak Seto

"Dan setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, ternyata saya didiagnosa mengidap kanker prostat," tulis Kak Seto menyertai unggahan foto dirinya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit dikelilingi keluarganya itu.

Lalu, apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat dan paling umum terjadi di kalangan pria dewasa. Kanker prostat terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali.

Seperti diketahui, prostat juga merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan berada di bawah kantung kemih. Sel kanker ini dapat bermetastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan kelenjar getah bening.

Baca Juga : Kesehatan Menurun, Kak Seto akan Operasi Kanker Prostat

Prostat

Metastasis ke tulang merupakan penyebaran yang paling sering ditemukan pada kanker prostat. Hal ini akan menyebabkan penderitaan yang amat sangat karena nyeri yang hebat.

 Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPS, KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, hingga saat ini gejala kanker prostat masih sangat sulit untuk dideteksi dan termasuk dalam kategori jenis kanker yang lambat. Satu-satunya cara untuk mengetahui penyakit ini adalah dengan melakukan deteksi dini.

"Kanker ini tidak selalu disertai pembesaran pada area kelamin laki-laki. Beberapa tanda umum kanker prostat biasanya dimulai dari sulit buang air kecil, hilangnya kontrol urin, gangguan ereksi, dan nyeri pada punggung serta dada", terang dr. Aru di kantor YKI, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu - Baca Juga : Mengenal Kanker Prostat, Penyebab Kematian Ketiga bagi Laki-Laki di Indonesia.

Siapa yang paling berisiko?

Lebih lanjut dr. Aru mengatakan, 90-95% kanker prostat sebetulnya datang dari individu masing-masing. Mulai dari faktor usia, ras, hormon, obesitas, polimorfisme genetik, gemar mengonsumsi makanan instan, pola hidup tidak sehat, serta kekurangan sinar matahari.

Bagi mereka yang memiliki ras Asia Timur diklaim memiliki risiko lebih kecil terkena kanker prostat, dibanding mereka yang tinggal di Barat. Faktor lain yang memicu penyakit ini juga disebabkan oleh kurangnya vitamin D.

"Vitamin D itu selalu dikaitkan dengan sinar matahari. Jadi mereka yang kurang sinar matahari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit autoimun dan kanker," ungkap Aru.

Prostat

Data yang dikeluarkan oleh Yayasan Kanker Indonesia menyebutkan, satu di antara 354 laki-laki berusia 49 tahun menderita kanker prostat. Angka ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Tak heran bila saat ini, kanker prostat menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian bagi laki-laki di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan deteksi dini untuk menekan angka kematian.

"Pasien kanker prostat yang dideteksi secara dini, kemungkinan untuk bertahan hidupnya mencapai 99% untuk lima tahun ke depan. Tapi sayang, mayoritas pasien yang datang ke rumah sakit kebanyakan sudah berada di stadium 3-4," tukas dr. Aru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini