Menikmati Kicik dan Tongseng Ikan Sidat Khas Bantul, Lezat serta Penuh Gizi

Trisna Purwoko, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 298 2361786 menikmati-kicik-dan-tongseng-ikan-sidat-khas-bantul-lezat-serta-penuh-gizi-Y5OTCKWIwX.jpg Kicik dan tongseng ikan sidat makanan khas Bantul yang tinggi gizi. (Foto: Trisna Purwoko/iNews)

KICIK dan tongseng ikan sidat menjadi salah satu makanan tradisional khas Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Banyak orang sengaja ke daerah ini untuk menikmati kuliner lezat tersebut.

Buat Anda yang ingin mencicipi olahan kicik dan tongseng ikan sidat, silakan datang ke Warung Mbok Sabar. Letaknya berada di Kilometer 13 Jalan Parangtritis, tepatnya di Bakulan, Jetis, Bantul.

Baca juga: Uniknya Sup Ikan Holat, Makanan Khas Tapanuli dengan Sensasi Rasa Sepat 

Ikan Sidat yang dikenal dengan ikan pelus ini bentuknya mirip belut. Bedanya ukuran tubuhnya lebih besar dan bisa hidup di air tawar ataupun air laut. Badannya yang besar menjadikan ikan sidat memiliki daging yang lebih tebal.

Warung Mbok Sabar awalnya hanya menjual aneka olahan daging kambing seperti sate, tongseng, dan gulai. Tapi sejak beberapa tahun lalu, warung ini dilengkapi aneka jenis olahan ikan sidat. Ikan ini dimasak dalam beberapa menu seperti daging kambing.

"Yang banyak diburu olahan kicik dan tongseng sidat," kata Andini, pemilik Warung Mbok Sabar, Minggu (14/2/2021).

Ikan sidat memiliki keunggulan dagingnya yang tebal dan kandungan nilai gizinya cukup tinggi. Bahkan di Jepang, sidat termasuk ikan berkelas karena harganya cukup mahal.

Baca juga: Selain Ikan, Ini Sumber Omega-3 yang Baik untuk Tubuh 

Andini mengatakan, olahan ikan sidat awalnya merupakan menu favorit keluarganya. Seiring berjalannya waktu, banyak konsumen yang penasaran dan minta dibuatkan. Makin hari makin banyak yang mencari ikan ini karena dagingnya yang empuk dan agak sedikit kenyal.

"Ikan ini biasa diperoleh dari pemancing, karena terbatas juga didatangkan dari Cilacap dan Banyuwangi," ungkapnya.

Andini mengatakan, membuat menu kicik dan tongseng ikan sidat yang lezat hanya membutuhkan bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merai, merica, serai, dan jahe. Selain itu juga dengan gula kelapa, kecap, dan sedikit garam; serta dilengkapi daun salam dan daun jeruk purut.

Guna menghilangkan lendirnya, ikan sidat yang sudah dipotong direbus dengan air untuk beberapa saat. Selanjutnya ditiriskan untuk mengurangi kandungan air.

Baca juga: Intip Kreasi Paula Verhoeven Sajikan Makan Bergizi untuk Keluarga 

Proses memasak diawali dengan memasak bumbu ke dalam wajan. Setelah bumbu matang, daging ikan sidat dimasukkan dengan sedikit diberikan air dan gula dan ditunggu sampai matang dan bumbu meresap.

"Ikan sidat juga banyak diminati untuk sate dan tongseng," paparnya.

Setiap harinya Arini mampu menjual 25 sampai dengan 30 porsi ikan sidat olahan. Satu porsinya dipatok Rp25.000, belum termasuk minum.

Baca juga: Menjajal Nasi Sodu, Kuliner Tradisional Khas Situbondo yang Kembali Digemari 

Salah seorang penikmat ikan sidat, Ulfa Tungga Dewi, mengaku sudah beberapa kali menyantap aneka olahan ikan sidat di Warung Mbok Sabar. Dia suka karena dagingnya empuk dan sedikit kenyal. Selain itu, kandungan dan nilai gizinya juga tinggi.

"Harganya pas di kantong dan ini kandungan gizinya tinggi, cocok untuk meningkatkan imunitas," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini