Pelihara Imunitas dengan Suplemen Tradisional

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 481 2361667 pelihara-imunitas-dengan-suplemen-tradisional-DibngMTzfB.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ADA banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Mulai dari istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, hingga mengonsumsi suplemen berbahan alami.

Namun merujuk Buku Pedoman BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tentang “Obat Tradisional untuk Memelihara Daya Tahan Tubuh”, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam memilih obat tradisional berbahan herbal. Dalam buku pedoman itu, BPOM menegaskan bahwa obat tradisional berbahan herbal dapat dinyatakan berkhasiat dan efektif meningkatkan daya tahan tubuh jika sudah melalui penelitian ilmiah, antara lain uji klinis. 

Salah satu suplemen berbahan alami yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan telah teruji klinis adalah suplemen yang mengandung Echinacea Purpurea.

Diungkapkan Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, Ketua PP Peralmuni, Echinace Purpurea memiliki manfaat sebagai immunomodulator, sehingga dapat mengatur kerja sistem imun tubuh.

"Berdasarkan mekanisme kerjanya, Echinace Purpurea dapat digunakan untuk percegahan penyakit infeksi, salah satunya infeksi pada saluran pernafasan atas dan bawah," kata dia lewat keterangan resmi Imboost.

 Suplemen

Berdasarkan data penelitian yang ada, pemberian Echinacea purpurea berperan sebagai imunomodulator. Serta membawa komponen sistem imun ke level yang dibutuhkan agar tubuh siap untuk melawan infeksi.

Echinacea purpurea juga tidak menyebabkan terjadinya badai sitokin (cytokine storm).

Kemudian, pada Covid-19 terdapat berbagai modalitas terapi yang diberikan. Echinacea purpurea dapat diberikan sebagai salah satu modalitas tersebut, yaitu sebagai terapi preventif pada orang sehat ataupun terapi adjuvan dalam kasus KTG (konfirmasi tanpa gejala) dan pasien gejala ringan.

Lalu, dosis Echinacea purpurea yang diberikan sesuai dengan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebesar 1000 mg sekali sehari, selama 8 minggu atau sampai dengan hasil swab negatif.

Dokter Spesialis Paru Erlina Burhan mengatakan, saat ini, 80% pasien Covid-19 di Indonesia tercatat KTG dan pasien bergejala ringan. Sisanya, 20%, adalah pasien yang bergejala sedang dan berat. Oleh karena itu, penting melakukan perlindungan diri dengan tetap memelihara dan meningkatkan imunitas tubuh

"Salah satunya dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin yang mengandung Echinacea Purpurea," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini