4 Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 481 2361882 4-cara-menurunkan-kolesterol-secara-alami-4DQSqlHo4R.jpg Makanan penuh lemak dan kolesterol (Foto: Twitter)

Sejatinya kolesterol diperlukan bagi tubuh untuk proses metabolisme, membangun sel-sel baru, memproduksi vitamin D dan membentuk hormon. Namun jika kandungannya terlalu tinggi, kolesterol bisa menjadi akar dari berbagai penyakit serius, terutama penyakit kardiovaskuler. Makanya harus diturunkan kadarnya.

"Apabila kadar kolesterol berlebih, akan terjadi penumpukan lapisan lemak disepanjang pembuluh darah, jika kondisi ini terus berlangsung, kolesterol yang terus terakumulasi akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan memperberat kinerja jantung", ujar Dokter Siloam Hospitals Ambon, dr. Denny Jolanda Sp.PD, Senin (15/2/2021).

Menurut dr Denny, selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membuat kolesterol turun lebih cepat, antara lain:

 sayur dan buah

1. Perbanyak konsumsi sayur dan buah

Memperbanyak konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu cara terbaik untuk mempercepat penurunan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini karena kandungan serat dalam sayur dan buah dapat membantu turunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jumlah konsumsi sayur dan buah yang disarankan untuk menurunkan kolesterol adalah sekitar 500 gram setiap harinya.

2. Hindari makanan berlemak

Makanan berlemak merupakan musuh bagi pengidap kolesterol tinggi. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi makanan berlemak, seperti goreng-gorengan. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang rendah lemak, seperti ikan, ayam, daging sapi tanpa lemak, putih telur, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Pastikan untuk tidak menggoreng makanan-makanan tersebut, ya.

3. Berolahraga

Jalani aktivitas gerak tubuh dengan melakukan olahraga agar membantu menurunkan kadar kolesterol. Olahraga teratur 4-6 kali/minggu selama 30-60 menit, dan hindari gaya hidup yang tidak aktif secara fisik.

4. Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko terbentuknya plak kolesterol di pembuluh darah. Namun, sebelum melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kolesterol, perlu mengetahui kadar kolesterol terlebih dahulu.

"Apalagi kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan gejala yang berarti. Diperlukanpemeriksaan kesehatan secara rutin," imbuh dr Denny.

Lalu bagaimana tanda mengalami dislipidemia atau kolesterol tinggi?

Sebenarnya tidak memiliki gejala yang jelas, namun gejalanya dapat dilihat dari kondisi yang khas, seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi. Berikut tanda yang mungkin terjadi akibat kolesterol tinggi.

1. Leher terasa tegang, kadang-kadang sakit kepala - Karena penumpukan plak di pembuluh darah pada area leher.

2. Mudah lelah akibat terjadi sebagai dampak dari munculnya plak di pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah berkurang ke jaringan tubuh.

3. Suka mengantuk akibat kurangnya asupan aliran darah yang membawa oksigen ke otak.

4. Nyeri pada kaki karena penumpukan plak terjadi pada pembuluh darah di kaki akan menyebabkan rasa sakit atau nyeri.

5. Nyeri dada akibat penumpukan plak pada pembuluh di jantung.

6. Xanteplasma, munculnya bentolan kecil padat pada bagian lipatan tubuh seperti siku, tumit, dan lutut. Juga dapat berupa noda berwarna kuning muda diujung kelopak mata.

dr. Denny menjelaskan, metode pengobatan dapat dilakukan melalui dua hal. Selain berolahraga dan mengatur pola makan, pengelolaan dengan obat yaitu beberapa jenis obat seperti Statin, asam fibrat, asam nikotinat, Ezetimibe, asam lemak omega 3. Pilihan obat tergantung dengan kondisi/masing-masing orang berbeda.

"Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat lagi dan periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut", pungkas dr. Denny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini