Waspada Diseksi Aorta, Berawal Nyeri Dada hingga Sebabkan Serangan Jantung

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 481 2361939 waspada-diseksi-aorta-berawal-nyeri-dada-hingga-sebabkan-serangan-jantung-LaSJLsJMUq.jpg Ilustrasi nyeri dada gejala diseksi aorta. (Foto: Freepik)

MASIH banyak orang belum mengetahui diseksi aorta. Ini merupakan kondisi ketika lapisan pembuluh darah aorta robek.

Pembuluh aorta sendiri yakni pembuluh darah arteri terbesar di dalam tubuh yang berfungsi menerima darah kaya oksigen dari jantung, lalu mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Baca juga: Detak Jantung Terasa Terlalu Cepat atau Lambat, Bisa Jadi Aritmia 

Terkait hal ini, dokter jantung spesialis intervensional kardiologi dan vaskular, dr Suko Adiarto SpJP(K), mengatakan diseksi aorta atau robeknya pembuluh darah bisa menyebabkan beragam dampak serius.

"Pembuluh darah ini bisa mengalami robekan dan menyebabkan keluhan yang bermacam-macam, tergantung di mana robeknya. Itulah yang menyebabkan diseksi aorta atau robekan aorta," jelas dr Suko di acara media gathering beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, ada dua jenis diseksi aorta. Pertama, diseksi aorta tipe A dengan robekan di aorta atas. Kedua, diseksi aorta tipe B dengan robekan di aorta bawah.

"Data mengungkapkan bahwa angka kematiannya tinggi sekali, sangat tinggi,” ungkapnya.

Ilustrasi cegah gejala diseksi aorta.

Gejala Diseksi Aorta

Dokter Suko menjelaskan, keluhan pasien diseksi aorta umumnya mengalami nyeri di bagian dada. “Pertama kali yang dikeluhkan adalah nyeri dada. Nyeri punggung, juga bisa. Kalau diukur skala 1-10, maka dari mulai sakit hingga dalam waktu singkat skalanya bisa langsung sampai 10,” paparnya.

Baca juga: Ini 3 Gejala Serius Serangan Jantung dan Paling Umum Terjadi, Segera Ditangani Ya 

Hal ini bisa menyebabkan serangan jantung apabila penyumbatan terjadi pada arteri yang memasok darah ke otot jantung. Selain itu, diseksi aorta juga dapat menyebabkan terjadinya pendarahan di rongga paru, stroke, koma, spinal cold injury, sehingga menyebabkan kelumpuhan.

“Jika dia menutup cabang-cabang di bagian perut, maka akan mengalami nyeri perut, gangguan pencernaan, hingga gagal ginjal. Dan jika tertutup semua, maka akan mengalami kekurangan oksigen dan kegagalan fungsi organ,” paparnya.

Penyebab dan Faktor Risiko

Lalu apa penyebabnya dan faktor risiko diseksi aorta? Dokter Suko mengungkap bahwa faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kemudian kelainan bawaan pada jantung, penyakit genetik, cedera pada dada, hingga merokok.

Baca juga: Pengalaman Horor Pramugari, Diganggu Suara Anjing Merintih di Kamar Hotel

“Dengan mengatasi hipertensi dan mengurangi rokok saja, kita sudah bisa mengurangi (risiko diseksi aorta) ini dengan signifikan,” tegasnya.

“Kalau ada keluarga atau kerabat yang kemudian mengalami nyeri dada berat tetapi tidak jelas diagnosisnya, maka berpikirlah kalau itu diseksi aorta,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini