Ini Cara Mengetahui Jumlah Antibodi Covid-19 di Dalam Tubuh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 481 2362072 ini-cara-mengetahui-jumlah-antibodi-covid-19-di-dalam-tubuh-OpUECJHW6f.jpg Ilustrasi tes antibodi covid-19. (Foto: Prostooleh/Freepik)

MENGETAHUI jumlah antibodi covid-19 di dalam tubuh sangatlah penting. Hal ini juga termasuk bagi penyintas covid-19. Pasalnya, beberapa penelitian menunjukkan antibodi terus berkurang seiring waktu dan rata-rata dimulai pada 3 bulan usai mengalami gejala terpapar covid-19.

Itu juga alasan kenapa pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan membolehkan penyintas covid-19 mendapat vaksinasi usai 3 bulan. Sebab di masa tersebut dikhawatirkan jumlah antibodinya sudah tidak sekuat saat masih terpapar.

Baca juga: Dokter Ingatkan Gigi Berlubang Jangan Dibiarkan di Masa Pandemi Covid-19 Ini 

Tapi, bagaimana penyintas covid-19 dapat mengetahui jumlah antibodi di dalam tubuhnya?

Menurut dokter spesialis patologi, Muhammad Irhamsyah SpPK MKes, terdapat metode pemeriksaan kekebalan tubuh manusia terhadap covid-19 yaitu melalui pemeriksaan antibodi SARS-CoV2 kuantitatif.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)

Pemeriksaan antibodi SARS-CoV2 kuantitatif itu sendiri merupakan suatu pemeriksaan untuk mendeteksi protein yang disebut antibodi, khususnya antibodi spesifik terhadap SARS-CoV2.

"Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada orang yang sudah pernah terinfeksi SARS-CoV2, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi, serta dapat digunakan untuk mengukur antibodi pada donor plasma konvalesen yang akan ditransfusikan," jelas dr Irhamsyah dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Tips Kurangi Efek Samping Usai Dapat Vaksin Covid-19 

Prinsip pemeriksaan antibodi SARS-CoV2 ini menggunakan pemeriksaan laboratorium imuniserologi pada suatu alat automatik (autoanalyzer) untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV2 atau pemeriksaan ini biasa disebut dengan Electro Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA).

"Pemeriksaan ECLIA akan mendeteksi, mengikat, serta mengukur antibodi netralisasi. Antibodi netralisasi adalah antibodi yang dapat berikatan spesifik pada bagian struktur protein 'Spike SARS-CoV2' sebelum virus covid-19 memasuki sel-sel pada tubuh dengan menggunakan label yang berikatan spesifik dengan antibodi netralisasi tersebut," terangnya.

Jenis sampel yang dapat digunakan sangat mudah didapatkan yaitu sampel serum dan plasma dengan cara diambil dari vena.

Tingkat keakurasian suatu pemeriksaan antibodi tersebut dipengaruhi oleh seberapa sensitif dan spesifik alat dan metode ini mampu mendeteksi antibodi spesifik SARS-CoV2.

Baca juga: Sangat Penting Mengatur Keuangan saat Pandemi Covid-19, Ikuti 3 Cara Ini 

"Dari hasil uji yang ada, didapatkan tingkat spesifisitas (spesifik) pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS-CoV2 ini bisa mencapai 99 hingga 100 persen karena tidak ditemukan adanya reaksi silang dengan penyakit infeksi atau penyakit kronis lainnya selain penyakit akibat virus covid-19," papar dr Irhamsyah.

Di sisi lain, tingkat sensitivitas tes kuantitatif antibodi spesifik SARS-CoV2 cukup tinggi yaitu 98–100 persen setelah 14 hari seseorang mendapatkan vaksinasi atau setelah terinfeksi covid-19, baik melalui konfirmasi tes PCR dan atau setelah mengalami gejala sehingga pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS-CoV2 ini sangat mempresentasikan hasil pemeriksaan dengan kondisi pasien saat itu.

Baca juga: 5 Penyakit yang Tingkatkan Risiko Terpapar Covid-19 Lebih dari Sekali 

Tidak ada syarat tertentu sebelum melakukan tes ini. "Tidak ada batasan usia, riwayat penyakit, jenis kelamin, ras, atau kategori lainnya sehingga semua orang dapat melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS-CoV2 ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini