Sakit Bahu Padahal Gak Olahraga? Hati-Hati Gejala Serangan Jantung

Antara, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 612 2362324 sakit-bahu-padahal-gak-olahraga-hati-hati-gejala-serangan-jantung-Ifpg6itx0H.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAH mengalami sakit bahu karena salah berolahraga? Atau mungkin Anda mengalami sakit pada bahu padahal tidak berolahraga?

Memang, sakit di bahu dapat terjadi ketika kita melakukan persalinan normal, berolahraga, atau bahkan dengan gerakan berulang. Selain itu, ada penyakit tertentu dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke bahu, seperti penyakit pada tulang belakang leher (leher), serta penyakit hati, jantung, atau kandung empedu.

Mengutip jurnal di Healthline, Harvard Medical Shcool mengatakan lebih dari 70 persen orang akan mengalami efek nyeri bahu. Bahu adalah sendi bola-dan-soket yang memiliki tiga tulang utama: humerus (tulang lengan panjang), klavikula (tulang selangka), dan skapula (juga dikenal sebagai tulang belikat). Tulang-tulang ini dilindungi oleh lapisan tulang rawan.

Ada dua sendi utama, yakni sendi akromioklavikularis berada di antara bagian tertinggi skapula dan klavikula. Kemudian sendi glenohumeral terdiri dari bagian atas tulang humerus yang berbentuk bola dan tepi luar skapula.

Pundak mendapatkan rentang geraknya dari rotator cuff, terdiri dari empat tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang). Mungkin menyakitkan atau sulit untuk mengangkat lengan ke atas kepala jika tendon atau tulang di sekitar rotator cuff rusak atau bengkak.

nyeri bahu

Anda juga cenderung mengalami masalah dengan bahu seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 60 tahun. Ini karena jaringan lunak yang mengelilingi bahu cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

Dalam banyak kasus, Anda dapat mengobati nyeri bahu di rumah. Namun, terapi fisik, pengobatan, atau pembedahan juga mungkin diperlukan.

Beberapa faktor dan kondisi dapat menyebabkan nyeri bahu. Penyebab paling umum adalah rotator cuff tendinitis. Ini adalah kondisi yang ditandai dengan pembengkakan tendon. Penyebab umum nyeri bahu lainnya adalah sindrom pelampiasan di mana rotator cuff terjepit di antara acromium (bagian dari skapula yang menutupi bola) dan kepala humerus (bagian bola humerus).

Terkadang nyeri bahu adalah akibat cedera pada lokasi lain di tubuh Anda, biasanya leher atau bisep. Ini dikenal sebagai nyeri yang dirujuk. Nyeri yang dirujuk umumnya tidak bertambah buruk saat Anda menggerakkan bahu.

Penyebab nyeri bahu lainnya di antaranya radang sendi, tulang rawan robek, manset rotator robek, kantung bursa atau tendon bengkak, taji tulang (proyeksi tulang yang berkembang di sepanjang tepi tulang), saraf terjepit di leher atau bahu, patah tulang bahu atau lengan bahu beku, dislokasi bahu, cedera karena penggunaan yang berlebihan atau berulang, cedera saraf tulang belakang, dan serangan jantung.

Jika Anda memeriksakan keluhan ini ke tenaga medis, dokter akan meminta riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes pencitraan, seperti sinar-X atau MRI, dapat menghasilkan gambar bahu Anda yang mendetail untuk membantu diagnosis.

Dokter mungkin juga mengajukan pertanyaan untuk menentukan penyebabnya. Pertanyaan yang muncul seperti; Apakah nyeri di satu bahu atau keduanya? Apakah nyeri ini mulai tiba-tiba? Jika ya, apa yang kamu lakukan? Apakah nyeri berpindah ke area lain di tubuh Anda? Apakah area yang nyeri menjadi merah, panas, atau bengkak?, dan lain sebagainya.

Anda harus menghubungi dokter jika Anda mengalami demam, ketidakmampuan untuk menggerakkan bahu, memar yang berkepanjangan, panas dan nyeri di sekitar sendi, atau nyeri yang terus berlanjut setelah beberapa minggu perawatan di rumah.

Jika nyeri bahu Anda tiba-tiba dan tidak terkait dengan cedera, segera rumah sakit karena ini mungkin tanda serangan jantung. Tanda-tanda serangan jantung lainnya termasuk: kesulitan bernapas, sesak dada, pusing, keringat berlebih, nyeri di leher atau rahang juga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini