5 Tanda Sebaiknya Resign, Salah Satunya Menangis saat Berangkat Kerja

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 612 2362354 5-tanda-sebaiknya-resign-salah-satunya-menangis-saat-berangkat-kerja-7sb9wuV2n5.jpg Nangis saat berangkat kerja (Foto: Forbes)

Banyak faktor yang mendasari seseorang untuk resign dari pekerjaan. Seringnya, keputusan untuk resign atau mengundurkan diri dari tempat kerja berhubungan dengan atasan yang banyak menuntut, beban pekerjaan berat, dan deadline yang tak masuk akal.

Well, jika mengulik soal faktor dari diri sendiri, sebetulnya apa pertanda yang bisa dilihat sebagai tanda kalau Anda sebaiknya resign dari pekerjaan saat ini? Mewarta Huffingtonpost, Senin (15/2/2021) berikut ulasan singkat 5 tanda menurut para ahli, bahwa Anda sebaiknya resign dari pekerjaan saat ini.

 burnt out

1. Menyadarai kalau kurang dihargai

Menurut survei PayScale kepada lebih dari 38.000 orang responden, alasan utama orang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka adalah keinginan untuk dapat gaji yang lebih besar. Dikatakan oleh ahli strategi tempat kerja, Keni Dominguez kompenasis atau gaji harus sesuai dengan kontribusi di tempat bekerja. Jika tidak, tak heran karyawan bisa merasa kurang dihargai atau diremehkan.

Sementara, psikolog Cicely Horsham-Brathwaite menilai semakin lama seseorang tinggal di suatu perusahaan yang tak menghargai Anda sebagai karyawan sebagai mestinya dengan gaji tak memadai, hal itu bisa memengaruhi cara Anda berpikir tentang karier dan pekerjaan Anda secara umum.

2. Sadar kalau tempat bekerja punya kultur tak sehat

Kultur tak sehat di sini maksudnya adalah, di mana tempat bekerja yang sekarang selalu berekpektasi para pegawainya untuk selalu available 24 jam dalam sehari dan sepanjang pekan. Ditambah sedikitnya toleransi bagi pekerja untuk cuti atau izin sakit.

“Perusahaan macam ini, lebih tertarik melihat bagaimana Anda berkontribusi melayani perusahaan dibandingkan sebaliknya. Organisasi dengan kultur yang membuat burnout, saya pikir sangat berbahaya bagi kaum professional,” kata psikolog Lisa Orbé-Austin.

3. Membuat diri lepas kendali setelah bekerja

Burnout karena pekerjaan, adalah kondisi stres kronis di tempat kerja. Sehingga membuat kita bisa lepas kendali, gila-gilaan selama akhir pekan setelah bergerumul bekerja keras di sepanjang pekan. Hal ini dilakukan biasanya untuk bisa kembali menghadapi hari Senin.

Contohnya, mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan, tak ingat waktu saat main video game, dan sebagainya untuk melepaskan diri dan menenangkan dari rasa sakit akibat bekerja. “Untuk menentukan apakah tindakan ini terkait dengan pekerjaan, lacak gejalanya termasuk kapan waktu ketika merasa terpicu melakukannya, dan seberapa sering ‘gila-gilaan’ ini dilakukan,” saran psikolog Lisa Orbé-Austin.

4. Pekerjaan bikin stres fisik

Jika beban pikiran seputar pekerjaan, membuat diri kita sampai sulit tidur, tubuh dan otot terasa nyeri, sakit perut, sakit kepala, dan gejala fisik stres lainnya, ini adalah tanda-tanda bahwa pekerjaan kita adalah racun.

Jam kerja yang terlalu panjang, kurangnya kenyamanan ekonomi, ini semuanya disebutkan bisa jadi pemicu pada lingkungan tempat bekerja yang toxic alias tak sehat. Alih-alih mencoba untuk mengatasinya, lebih baik ditinggalkan.

5. Menangis saat pergi berangkat kerja

Tanda satu ini disebutkan oleh pelatih pemberdayaan karir, Melanie Denny. Ia menyebutkan, jika Anda sampai kerap menangis saat pergi berangkat kerja, tanda satu ini tak boleh diabaikan loh!

“Ketika Anda sampai di titik, justru merasa takut saat pergi ke kantor, maka inilah waktunya untuk resign. Meskipun ada beberapa alasan yang membuat kita merasa seperti ini, tidak ada yang sebanding dengan kesehatan mental dan kewarasan diri kita. Segeralah mengundurkan diri dari tempat bekerja itu,” tegas Melanie.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini